Memahami Kandungan Gizi Bengkuang dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Image title
13 Januari 2023, 16:39
Kandungan Gizi Bengkuang
Freepik
Ilustrasi, bengkuang

 

 

Bengkuang merupakan salah satu jenis umbi yang banyak ditemukan di Asia, termasuk di Indonesia.  Bengkuang kerap dijadikan bahan masakan atau sebagai camilan seperti asinan atau rujak buah.

Namun dibalik kegunaanya, bengkuang mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Lalu, apa saja nutrisi yang ada di dalam umbi ini? Berikut pembahasan selengkapnya. 

Kandungan Gizi Bengkuang

Bengkuang memiliki berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, berikut ini deretan kandungan gizi yang ada di dalam 100 gram bengkuang mentah.

Kandungan Gizi Bengkuang
Kandungan Gizi Bengkuang (Freepik)
  • Air: 85,1 gram
  • Energi: 59 kal
  • Protein: 1,4 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Karbohidrat: 12,8 gram
  • Serat: 1 gram
  • Abu: 0,5 gram
  • Kalsium: 15 mg
  • Fosfor: 18 mg
  • Zat besi: 0,6 mg
  • Natrium: 2 mg
  • Kalium: 244,3 mg
  • Tembaga: 0,1 mg
  • Seng (zinc): 0,3 mg
  • Thiamin (Vit. B1): 0,04 mg
  • Riboflavin (Vit. B2): 0,1 mg
  • Niasin: 0,2 mg
  • Vitamin C: 20 mg

Selain kandungan di atas, bengkuang pun mengandung jenis vitamin dan mineral lain, seperti folat, magnesium, selenium, mangan, vitamin B5, vitamin B6, dan vitamin E.

Manfaat Bengkuang

Berdasarkan kandungan gizi diatas, berikut ini enam manfaat yang bisa diperoleh dari bengkuang.

1. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Mengkonsumsi bengkuang ternyata dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Hal ini karena bengkuang kaya akan serat yang dapat membuat tinja lebih lunak dan mudah bergerak melalui saluran pencernaan.

Mengutip Food Revolution Network, mengonsumsi satu cangkir bengkuang bisa membantu memenuhi seperempat kebutuhan  serat harian. Selain serat, ada nutrisi lainnya yaitu air dan inulin yang juga bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan.  Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ketiga kandungan ini dapat membantu mencegah dan mengatasi sembelit. 

Salah satunya adalah studi dalam Nutricion Hospitalaria yang menunjukkan bahwa inulin dapat meningkatkan frekuensi buang air besar hingga 31% pada mereka yang mengalami sembelit.

2. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Manfaat berikutnya dari bengkuang adalah membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Manfaat ini bisa didapatkan karena adanya kandungan vitamin C di dalamnya.

Dalam 100 gram bengkuang, terdapat sekitar 40 persen kebutuhan vitamin C harian untuk tubuh. Vitamin C ini berperan  penting dalam menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan meningkat, tubuh pun tidak akan mudah terserang bakteri, virus atau jamur yang dapat menyebabkan penyakit.

Selain vitamin C, bengkuang  juga kaya akan antioksidan alami yang mampu memerangi radikal bebas yang merupakan akar dari berbagai penyakit kronis. 

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat bengkuang untuk kesehatan selanjutnya yaitu meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan bengkuang mengandung antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dan mengurangi perdagangan, termasuk pada jantung.

Selain itu, kandungan serat pada bengkuang juga dapat membantu menurunkan peradangan, kadar kolesterol jahat (LDL), dan tekanan darah. Dilansir dari jurnal Food & Function, kandungan serat pada bengkuang juga bisa mencegah penumpukan kolesterol pada hati.

Nutrisi lain yang terkandung dalam bengkuang adalah kalium yang dapat menurunkan tekanan darah dengan melemaskan pembuluh darah. Hal inilah yang membuat tubuh terlindung dari penyakit jantung dan stroke.

Kandungan Gizi Bengkuang
Kandungan Gizi Bengkuang (Freepik)

4. Menjaga Kesehatan Otak

Manfaat lain dari bengkuang yang tidak kalah penting yaitu membantu menjaga kesehatan otak. Pasalnya, bengkuang mengandung vitamin B6 atau piridoksin yang penting untuk perkembangan otak secara normal, termasuk fungsi kognitif.

Tidak hanya otak, tapi juga bisa membantu menjaga kesehatan sistem saraf dan sistem kekebalan. Manfaat ini juga telah dibuktikan oleh studi 12 minggu dalam jurnal Nutrients.

Studi ini membuktikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi suplemen ekstrak bengkuang memiliki skor lebih tinggi pada tes fungsi otak daripada orang yang berada dalam kelompok plasebo.

Vitamin B6 pada bengkuang juga berperan dalam mengubah asam protein menjadi asam amino. Asam ini berguna untuk membantu memperbaiki proses metabolisme dan kerja organ tubuh.

Bengkuang juga mengandung senyawa unik yaitu diosgenin yang dapat membantu pertumbuhan neuron dan meningkatkan fungsi otak. Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat bengkuang bagi kesehatan otak.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Ini merupakan manfaat begkuang yang sudah cukup dikenal banyak orang. Hal ini dikarenakan bengkuang mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan.

Antioksidan in berguna untuk membantu memproduksi kolagen agar kulit tetap sehat. Selain itu, vitamin C ini juga berperan dalam sintesis kolagen dalam tubuh sehingga dapat menghilangkan tanda-tanda penuaan kulit. 

Manfaat lainnya dari vitamin ini adalah dapat membantu memperbaiki dan mencegah kulit kering, serta melindungi kulit dari sinar matahari.

6. Menurunkan Risiko Kanker 

Bnegkuang memiliki efek antioksidan yang diperoleh dari  vitamin C, vitamin E, selenium, dan senyawa lain yang terkandung di dalamnya. Antioksidan ini berperan penting dalam pencegahan penyakit kanker.

Hal ini dikarenakan senyawa antioksidan dapat menangkal radikal bebas serta mencegah kerusakan sel yang merupakan penyebab berbagai penyakit kronis. Hal inilah yang dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.Manfaat ini juga diperoleh karena adanya kandungan serat pada bengkuang. 

Berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal Epidemiology (Cambridge, Mass.), orang yang makan lebih dari 27 gram serat makanan per hari memiliki resiko 50 persen lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan mereka yang makan kurang dari 11 gram.

Selain itu, kandungan inulin pada bengkuang juga berpotensi menurunkan risiko kanker dengan cara menambah jumlah bakteri baik di usus, mendorong produksi short-chain fatty acid, dan meningkatkan respon kekebalan tubuh.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait