Bank Mandiri Pastikan Kesiapan ATM agar Tetap Mampu Layani Nasabah

Bank Mandiri telah menyiapkan sistem monitoring, yang memantau kesiapan ATM miliknya dan memberikan alert, apabila ada ATM offline atau kehabisan dana.
Image title
18 Maret 2020, 17:14
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/7/2019).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Agar tetap mampu melayani kebutuhan transaksi, seiring kampanye social distancing, PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) memastikan kesiapan seluruh jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) miliknya.

Dalam keterangan resmi, Rabu (18/3), saat ini Bank Mandiri mengoperasikan 18.291 mesin ATM di seluruh Indonesia, yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus. Untuk memastikan kesiapan ATM, Bank Mandiri telah menyiapkan sistem monitoring.

Meski imbauan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dari pemerintah, juga dilaksanakan oleh Bank Mandiri, namun bank pelat merah ini memastikan personilnya akan tetap sigap melayani apabila dibutuhkan.

(Baca: Pegawainya Terindikasi Corona, Bank Mandiri Tutup Satu Kantor Cabang)

Advertisement

“Meski sebagian karyawan bekerja dari rumah, kami telah menyiapkan sistem monitoring yang dapat memantau kesiapan mesin-mesin ATM dan memberikan alert, jika ada yang offline atau kehabisan dana,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan dalam keterangan resmi, Rabu (18/3).

Terkait dengan ketersediaan dana, Rully mengatakan, Bank Mandiri telah bekerja sama dengan pihak ketiga, untuk pengisian ATM, yang berada di lokasi umum. Sementara, untuk ATM yang berada di kantor cabang, maka pengisian akan dilakukan oleh karyan yang mendapat giliran masuk.

“Rata-rata setiap hari kami menyiapkan dana sekitar Rp 1,8 triliun untuk pengisian ATM,” kata Rully.

Sebelumnya, Bank Mandiri juga telah mengimbau nasabah untuk melakukan transaksi keuangan secara online. Saat ini, aplikasi Mandiri Online terbaru dapat melayani sebagian besar kebutuhan nasabah termasuk membuka tabungan.

Dengan demikian, nasabah sebenarnya tak perlu datang ke kantor bank maupun bertemu dengan staff. "Semua keperluan untuk pembukaan tabungan dapat dilakukan dengan video call," kata Rully dalam keterangan resmi, Senin (16/3).

(Baca: Ini Cara Bank BUMN Menekan Dampak Corona)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait