Holywings Kemang Dilarang Buka, Pengusaha Hiburan: Pemda Kurang Bijak

Asosisasi Pengusaha Hiburan menilai, pelanggaran yang dilakukan Holywings Kemang melibatkan banyak pihak, termasuk pengunjung dan pemerintah daerah.
Image title
10 September 2021, 07:51
Holywings, Holywings kemang, satpol pp, ppkm level 3
Katadata
SatpolPP saat menyegel Holywings Kemang yang melanggar aturan PPKM Level 3 pada Minggu (5/9). (Twitter @SatpolPP_DKI)

Restoran dan bar Holywings Kemang dilarang beroperasi hingga pandemi Covid-19 usai. Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Ashpija) Hanna Suryani pun menilai, pemerintah daerah kurang bijak dalam mengenakan sanksi tersebut.

"Kalau Holywings salah, apa perlu sampai menutup seperti itu? Apakah jajaran pemerintah tidak ada kesalahan juga?" kata Hanna kepada Katadata, Kamis (9/9).

Menurutnya, Holywings telah mematuhi sejumlah ketentuan, seperti melarang pengunjung yang belum divaksin. Dengan demikian, pengunjung yang berada dalam Holywings sudah dipastikan aman.

Selain itu, pelanggaran tersebut melibatkan banyak pihak, yaitu pengusaha, tim manajemen, dan pengunjung. Ia juga mempertanyakan apakah pemerintah ikut terlibat dalam pelanggaran tersebut.

Advertisement

Menurut dia, pemerintah maupun aparat setempat seharusnya melakukan langkah antisipasi sebelum terjadi kerumunan. Satpol PP hingga Dinas Pariwisata juga diharapkan melakukan pembinaan ekstra guna mencegah adanya keramaian.

Selain itu, menurut dia, langkah persuasif seperti pemberian sanksi teguran seharusnya diterapkan pada awal pelonggaran PPKM. Pemberian sanksi secara bijak dinilai perlu lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 merupakan hal yang baru bagi pengusaha.

"Berilah langkah bijak untuk menangani pelanggaran oleh pnengusaha karena ini semata-mata pengusaha baru menghadapi situasi (PPKM) ini," ujar dia.

Berdasarkan sejumlah pemberitaan, pemilik saham Holywings Nikita Mirzani mengaku rugi banyak akibat penutupan sementara Holywings. Kerugian bahkan sebenarnya sudah dialami sebelum ada larangan beroperasi.

Menurutnya, kerugian serupa juga dialami kafe dan klub lain. Akibatnya, pembayaran gaji pegawai jadi tersendat. Meski begitu, ia mengatakan seluruh karyawan Holywings telah makmur.

Nikita pun memastikan, para pemilik saham telah membahas penutupan sementara Holywings Jakarta dan memikirkan nasib para pegawai.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Holywings Kemang tak boleh beroperasi hingga pandemi Covid-19 usai. Anies ingin memberikan hukuman berat lantaran tempat hiburan tersebut dianggap mengkhianati penerapan protokol kesehatan saat PPKM Level 3 di Jakarta.

Anies menjelaskan, saat ini jutaan orang di ibu kota sedang berupaya menjaga protokol kesehatan. Namun ada pihak seperti Holywings Kemang yang tak ikut serta dalam usaha mencegah penularan Covid-19.

"Tidak boleh beroperasi, titik. Sampai pandemi ini selesai karena telah menunjukkan tidak punya sikap bertanggung jawab," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/9) dikutip dari Antara.

Tak hanya pengelola usaha, ke depannya sanksi juga akan diberikan kepada pengunjung dengan memanfaatkan teknologi. Anies berharap dengan hukuman tersebut, warga bisa berdiam di rumah untuk mencegah penularan.

"Mereka yang berada di tempat itu akan diblok sehingga tidak bisa pergi dan mendatangi tempat manapun selama batas waktu tertentu," katanya.

Sedangkan Kepolisian Daerah Metro Jaya telah meningkatkan status kasus kerumunan Holywings Kemang menjadi penyidikan. Polisi juga telah memeriksa lima saksi, empat di antaranya adalah manajemen restoran tersebut.

Restoran tersebut diduga melanggar Pasal 14 Undang-Undang Wabah Penyakit Menular Tahun 1984. "Ancamannya satu tahun (penjara)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Yusri Yunus.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait