Profil Gautam Adani, Orang Terkaya Kedua Dunia asal India

Miliarder India Gautam Adani menempati posisi kedua orang terkaya di dunia versi Bloomberg dengan kekayaan mencapai US$ 149,6 miliar.
Agustiyanti
17 September 2022, 16:48
gautam adani, orang terkaya di dunia, orang terkaya
Twitter
Miliarder India Gautam menggeser posisi Pendiri Amazon Jeff Bezos sebagai orang terkaya kedua di dunia versi Bloomberg.

Miliarder India Gautam Adani menempati posisi kedua sebagai orang terkaya di dunia versi Indeks Miliarder Bloomberg. Ia menggeser posisi Pendiri Amazon Jeff Bezos sekaligus menjadi orang Asia yang mendapat peringkat tertinggi dalam daftar orang terkaya Bloomberg sejak indeks ini dibuat. 

Mengutip Blomberg, kekayaan Adani yang mencapai US$ 149,6 miliar jauh berada di bawah Elon Musk yang menempati posisi pertama dengan kekayaan mencapai US$ 260 miliar.  Kekayaannya juga hanya terpaut US$ 19 juta dari Bezos. 

Meski demikian, Adani hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 bulan untuk melompat ke posisi orang terkaya  kedua setelah memulainya pada tahun ini di urutan ke-14. Ini juga adalah pertama kalinya orang Asia mendapat peringkat sangat tinggi dalam daftar Bloomberg, yang telah lama didominasi oleh pengusaha teknologi asal Barat. 

Kenaikan posisi Adani dalam indeks kekayaan Bloomberg sebenarnya bertepatan dengan aksi jual di saham teknologi yang telah memangkas lebih dari US$45 miliar dari kekayaan Bezos sejak Januari. Kekayaan bersih pendiri Amazon - selama bertahun-tahun menjadi orang terkaya di dunia - juga turun secara signifikan setelah perceraiannya pada 2019 dari mantan istrinya MacKenzie Scott yang menerima 4% dari saham raksasa e-commerce.

Advertisement

Dari mana sebenarnya asal kekayaan Adani?

Sebagian besar kekayaannya terkait dengan kepemilikan konglomerat Adani Group-nya yang luas. Grup ini mengoperasikan berbagai bisnis termasuk pelabuhan dan batu bara yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Saham beberapa perusahaan Adani telah melonjak lebih dari 1.000% sejak Juni 2020, mencerminkan optimisme investor tentang kekuatan konglomerat di bidang-bidang seperti infrastruktur dan energi terbarukan yang diprioritaskan Perdana Menteri Narendra Modi. Saham Adani Enterprises andalannya naik lebih dari 115% pada tahun 2022.

Adani yang kini berusia 60 tahun putus kuliah untuk mencoba peruntungannya di industri berlian Mumbai pada awal 1980-an, sebelum kemudian beralih ke batu bara dan pelabuhan. Bisnisnya telah berkembang ke segala hal mulai dari bandara, pusat data, semen, media, hingga energi hijau. Bisnisnya kini fokus pada bidang-bidang yang dianggap penting oleh Perdana Menteri Narendra Modi untuk memenuhi tujuan ekonomi jangka panjang India.

Operator pelabuhan dan bandara sektor swasta terbesar di India, distributor gas kota dan penambang batu bara adalah bagian dari kerajaan Adani. Ia ingin menjadi produsen energi terbarukan terbesar di dunia.

Pada tahun lalu, Adani berjanji untuk menginvestasikan US$70 miliar dalam energi hijau, sebuah poros yang telah dikritik oleh beberapa orang sebagai pencucian hijau. Tuduhan itu muncul mengingat begitu banyak pendapatan kelompok itu masih berasal dari bahan bakar fosil.

 

Dorongan ke energi terbarukan dan infrastruktur telah membuat Adani mendapatkan investasi, dari perusahaan termasuk Warburg Pincus dan TotalEnergies SE. Ini membantu meningkatkan saham perusahaannya dan kekayaan pribadinya. Kekayaannya meningkat sekitar US$70 miliar pada tahun ini, sementara banyak miliarder lain mengalami penurunan kekayaan.

Ekspansi yang cepat dari konglomerat Adani mendorong unit Fitch Group CreditSights untuk menggambarkan beberapa leverage perusahaanmeningkat dalam laporan bulan September. Kelompok itu juga  mengatakan perusahaannya telah mengurangi tingkat utang dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa perusahaan Grup Adani mencatatkan kenaikan valuasi hingga  700 kali lipat, jauh melampaui perusahaan seperti Tesla Inc. dan Amazon, yang valuasinya mendekati 100 kali lipat.

Di sisi lain, Taipan India ini telah berjanji untuk menyumbangkan US$7,7 miliar untuk tujuan sosial. Komitmennya menyusul sejumlah miliarder lainnya. Bezos telah berkomitmen US$ 10 miliar untuk memerangi perubahan iklim dan telah menyumbangkan uang ke Smithsonian National Air and Space Museum.

Gates dan Warren Buffett, beberapa filantropis terkemuka, memulai inisiatif Giving Pledge pada tahun 2010 untuk membantu mengurangi kesenjangan ketimpangan yang semakin besar. Salah satu pendiri Microsoft Corp. mengatakan pada bulan Juli bahwa akan mentransfer $20 miliar ke Bill & Melinda Gates Foundation, yang juga telah menerima lebih dari $35 miliar dari Buffett.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait