Apple Akan Jual iPhone Lebih Murah, Tak Rilis Lagi Versi Mini

Apple kemungkinan tidak akan menjual iPhone mini lagi pada tahun depan.
Image title
25 Juni 2021, 10:26
apple, iphone, iphone murah, iphone miniapple, iphone, iphone murah, iphone mini
Instagran/@theapplehub
Ilustrasi. Produksi iPhone pada 2021 diperkirakan tumbuh 12,3% dibanding tahun lalu menjadi 223 juta unit.

Produsen ponsel pintar Apple diperkirakan menjual ponsel dengan harga yang lebih murah pada tahun depan. Apple juga kemungkinan tidak akan menjual iPhone versi mini. 

Analis Apple Ming-Chi Kuo memperkirakan bahwa raksasa teknologi besutan Steve Jobs ini akan meluncurkan dua model iPhone kelas bawah tahun depan dengan harga yang relatif murah. Dua model itu akan diluncurkan Apple bersamaan dengan ponsel kelas atas, iPhone 14s versi ukuran 6,1 inci dan 6,7 inci. 

Kuo memperkirakan bahwa versi 6,7 inci iPhone 14s dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan ponsel kelas atas yang diluncurkan tahun ini. "Harganya kurang dari US$ 900 (Rp 12,9 juta)," kata Kuo dikutip dari Engadget pada Kamis (24/6).

Adapun satu-satunya ponsel Apple yang mempunyai ukuran 6,7 inci tahun ini adalah iPhone 12 Pro Max dengan harga paling murah US$ 1.099 (Rp 15,8 juta).

Advertisement

Kuo juga meramal Apple juga tidak akan menjual lagi ponsel versi mini dengan ukuran 5,4 inci tahun depan. Menurut laporan Nikkei Asian Review, sejak Maret tahun ini Apple mengurangi produksi iPhone 12 mini mereka. Tahun ini saja perusahaan dilaporkan akan memproduksi setidaknya 70% lebih sedikit ponsel mini dari yang direncanakan. 

Menurut Kuo, langkah Apple itu mengisyaratkan bahwa perangkat yang lebih kecil belum terjual dengan baik. Banyak pelanggan yang membeli ponsel dengan layar lebih besar dengan ukuran 6 inci ke atas.

Menurut dia, Apple harus menyiapkan strategi pada ponsel ukuran besar. Jika tidak, akan banyak konsumen yang memilih beralih ke Samsung daripada Apple.

Kuo juga memperkirakan bahwa Apple akan memasang teknologi biometrik terbaru, pada jajaran ponsel 2022 itu. iPhone terbaru tidak akan menggunakan pembaca sidik jari lagi, karena Apple memutuskan untuk mendorong teknologi otentikasi wajah, atau FaceID. Selain itu, Apple juga sedang mengembangkan teknologi TouchID di bawah layar.

Apple sejak tahun lalu sudah gencar mengeluarkan ponsel yang relatif lebih murah dari biasanya untuk menghadapi daya beli masyarakat yang turun karena pandemi Covid-19. Salah satunya dengan meluncurkan iPhone SE generasi kedua pada tahun lalu.

iPhone SE dengan ruang penyimpanan 64 GB dibanderol US$ 399 atau sekitar Rp 6,4 juta. Lalu, kapasitas 128 GB seharga US$ 449 atau Rp 7,2 juta dan yang memiliki ruang 256 GB dibanderol US$ 459 atau Rp 8,8 juta.

Harga varian perangkat tersebut lebih murah ketimbang iPhone 11 seharga US$ 699 atau Rp 10,8 juta, maupun flagship 11 Pro dan 11 Pro Max masing-masing US$ 999 (Rp 15,4 juta) dan US$ 1.099 (Rp 17 juta). 

SVP Worldwide Marketing Apple Phil Schiller mengungkapkan, iPhone SE generasi pertama menawarkan ukuran yang kecil, kinerja tinggi, dan harga yang terjangkau. “iPhone SE generasi kedua dibangun berdasarkan landasan itu dan dengan meningkatkan semua aspek,” kata dia dikutip dari CNET pada tahun lalu (17/4/2020).

Lembaga riset TrendForce memprediksi produksi iPhone pada 2021 akan tumbuh 12,3% dibanding tahun lalu menjadi 223 juta unit. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait