Harga Saham Emiten Semen Melesat, IHSG Sesi Satu Naik 0,34%

IHSG ditutup menguat 0,34% ke level 4.942,12 pada perdagangan sesi pertama hari ini.
Image title
19 Juni 2020, 12:34
IHSG, IHSG sesi I, harga saham, saham emiten semen
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Ilustrasi. Kenaikan IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini ditopang oleh sektor industri dasar dan aneka industri.

Indeks harga saham gabungan ditutup naik 0,34% ke level 4.942,12 pada perdagangan sesi pertama, Jumat (19/6). Kenaikan IHSG  didorong oleh saham-saham yang tergabung dalam sektor industri dasar dan aneka industri.

Sektor industri dasar sejauh ini berada di zona hijau dan menguat paling signifikan di antara sektor lainnya yaitu 1,74%. Naiknya sektor ini disebabkan oleh beberapa saham berkapitalisasi besar yang meroket.

Harga saham PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR, misalnya,  meroket hingga 2,68% menjadi Rp 9.575. Lalu, harga saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk atau INTP melonjak 5,36% di Rp 12.275.

Kemudiah harga saham PT Barito Pacific Tbk atau BRPT naik 2,21% menyentuh Rp 1.155  dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau CPIN yang naik 3,6% menjadi Rp 5.750.

Advertisement

Harga saham-saham di sektor aneka industri juga naik signifikan pada sesi satu yang mencapai 1,01%. Kenaikan harga saham di sektor ini terutama didorong oleh PT Astra International dengan kenaikan harga saham mencapai 1,25% menjadi Rp 4.860 . Lalu, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk atau SLIS juga naik 2,93% menjadi Rp 5.275.

(Baca: Menko Airlangga Prediksi Pemulihan Ekonomi dari Covid-19 Hingga 2022)

Saham berkapitalisasi besar lainnya yang mampu mendorong kenaikan sektor aneka industri adalah PT Selamat Sempurna Tbk atau SMSM yang naik 2,37% menjadi Rp 1.080. Begitu pula dengan saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk atau MASA yang meroket 5,61% menjadi Rp 565.

Saham-saham yang turun tersebut termasuk ke dalam 209 saham yang pada sesi pertama ini ditutup di zona merah. Sementara, ada 161 saham yang bergerak di zona hijau dan 161 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Total volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada sesi satu ini sebanyak 3,46 miliar unit saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,88 triliun, dan frekuensi sebanyak 348.777 kali. Total nilai kapitalisasi pasar di Bursa mencapai Rp 5.734 triliun.

(Baca: Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah Dekati 14.100 per Dolar AS)

Kenaikan bursa saham dalam negeri ini sejalan dengan beberapa indeks di kawasan Asia, seperti Nikkei 225 di Jepang dan Shanghai Composite di Tiongkok yang masing-masing naik 0,69% dan 0,39%. Sementara, Hang Seng di Hong Kong dan Strait Times di Singapura turun masing-masing 0,07% dan 0,75%.

Di sisi lain, bursa berjangka Amerika Serikat Dow Jones Index Future hingga berita ini ditulis menguat 0,24%. Adapun semalam, bursa AS ditutup bervariasi. S&P 500 dan Nasdaq yang ditutup naik masing-masing 0,06% dan 0,33%. Sementara Dow Jones INdex turun 0,15%.

Bursa di kawasan Eropa pun kemarin ditutup turun. Seperti FTSE 100 Index di Inggris yang turun 0,47%. Begitu pula dengan bursa Xetra Dax di Jerman yang turun 0,81%.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait