Tiga Calon Deputi BI Pilihan Jokowi Jalani Fit and Proper Test di DPR

Presiden Jokowi telah mengajukan tiga calon deputi gubernur BI pengganti Erwin Rijanto untuk diseleksi oleh DPR.
Agatha Olivia Victoria
7 Juli 2020, 13:10
Jokowi, calon deputi gubernur, deputi gubernur BI, Bank Indonesia
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Yuda Agung (kiri) menjawab pertanyaan saat berlangsungnya uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).

Dewan Perwakilan Rakyat mulai menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test kepada tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Ketiga calon tersebut diajukan Presiden Joko Widodo sebagai pengganti Erwin Rijanto yang habis masa jabatannya pada Juni 2020.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan ketiga nama tersebut yakni Juda Agung, Aida Budiman, dan Doni Joewono. "Ketiganya akan melaksanakan rangkaian fit and proper test pada hari ini dan besok," tulis Onny dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (7/7).

Saat ini, Juda Agung menjabat sebagai Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. Juda lahir di Pontianak pada tahun 1964. Ia menempuh Pendidikan Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor dan University of Birmingham.

Karier Juda di Bank Sentral di mulai pada 1991 sebagai Staf Urusan Ekonomi dan Statistik. Juda memiliki banyak pengalaman di bidang riset ekonomi dan kebijakan moneter.

Advertisement

Sebelum ada di posisi sekarang, Juda sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat. Ia juga telah berpengalaman menjadi Executive Director SEAVG-IMF di Washington.

 (Baca: Pemerintah Terbitkan Utang Global, Cadangan Devisa Juni Naik US$ 1,2 M)

Calon lainnya, Aida Budiman kini menjabat sebagai Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Lahir di Bogor pada tahun 1965, ia menempuh pendidikan Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor 18 tahun kemudian.

Aida melanjutkan pendidikan di University of Southern California serta menjalani di Claremont Graduate University, Amerika Serikat. Kariernya di BI dimulai sebagai Staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia pada tahun 1991.

Ia memiliki banyak pengalaman di bidang perumusan kebijakan moneter, internasional, dan baurannya dengan kebijakan reformasi struktural.  Aida bahkan pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif International Monetary Fund, South East Asia Voting Group office, mewakili 13 negara yang tergabung dalam SEAVG office terutama untuk isu capital flows management dan impilikasinya bagi negara berkembang.

(Baca: Akselerasi Transformasi Digital, Strategi Bank Lewati Pandemi)

Sementara itu, Doni Joewono yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kepala Departemen Sumber Daya Manusia BI lahir pada 1965 di Surabaya. Menempuh pendidikan Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Sebelas Maret pada 1988, Doni melanjutkan pendidikan
pascasarjana di Universitas Indonesia jurusan Administrasi pada tahun 2004.

Doni memulai karirnya di bank sentral sebagai analis di Departemen Pengelolaan Moneter pada tahun 1991 dan melanjutkan karir di bidang statistik. Pada tahun 2005-2008 Doni diberikan kesempatan untuk menjadi Peneliti Ekonomi Senior di Kantor Perwakilan BI London, dan kembali
bertugas di Jakarta di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

Doni memiliki pengalaman pada bidang ekonomi dan keuangan regional, sistem keuangan, manajemen intern, sektor riil dan UMKM, serta strategi organisasi dan manajemen Sumber Daya Manusia.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait