Fitch Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok jadi 8,8% Tahun 2021

Dalam beberapa bulan terakhir, data-data menunjukkan bahwa pemulihan yang signifikan dalam konsumsi Tiongkok, khususnya industri katering dan aktivitas lain yang melibatkan pertemuan sosial.
Image title
11 Desember 2020, 13:47
fitch ratings, pertumbuhan ekonomi, ekonomi Tiongkok, pandemi corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/nz/cf
Ilustrasi. Ekonomi Tiongkok mulai pulih pada kurtal kedua dan kian meningkat pada kuartal ketiga tahun ini.

Fitch Ratings menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada tahun depan dari sebelumnya sebesar 7,7% menjadi 8,8%. Ini seiring dengan peningkatan permintaan domestik dan ekspektasi penyebaran vaksin virus corona.

"Ini akan jauh dari perkiraan kami tentang potensi pertumbuhan jangka panjang Tiongkok sekitar 5,5%, tetapi cukup dapat dicapai dari basis yang rendah pada 2020," ujar Analis Fitch Brian Coulton dan Pawel Borowski dikutip dari CNBC, Jumat (11/12).

Dalam beberapa bulan terakhir, data-data menunjukkan bahwa pemulihan yang signifikan dalam konsumsi Tiongkok, khususnya industri katering dan aktivitas lain yang melibatkan pertemuan sosial. Fitch juga memperkirakan ekonomi global akan membaik pada tahun depan karena lebih banyak orang yang divaksinasi.

Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok akhir pekan lalu. Pihak berwenang mencoba menghentikan penyebarannya di dalam negeri dengn menutup lebih dari setengah negara itu pada Februari. Sementara penyebaran penyakit menular ini mereda di Tiongkok pada akhir Maret, virus justru mulai menginfeksi puluhan ribu orang di seluruh dunia.

Advertisement

Fitch memproyeksi pertumbuhan global terkontraksi 3,7% pada tahun ini, sedikit lebih baik dari prediksi September yang minus 4,4%. PDB global diperkirakan meningkat menjadi 5,3% pada tahun depan.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok akan tumbuh 2,3% pada tahun ini setelah sempat terkontraksi hingga 6,8% pada kuartal pertama. Ekonomi Tiongkok mulai pulih pada kuartal II dan semakin meningkat pada kuartal ketiga tahun ini terlihat dalam databoks berikut. 

Analis Fitch memperkirakan Tiongkok tidak akan mengurangi stimulus dengan menaikkan suku bunga acuan pada tahun depan seiring dengan inflasi yang masih rendah dan penguatan yauan.

Kenaikan pertumbuhan PDB Tiongkok sebesar 8% pada tahun depan juga berada dalam kisaran ekspektasi analis lain. Nomura memprediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan naik 2,1% pada tahun depan. Natixis juga memperkiraka ekonomi Negara Tembok raksasa ini bakal tumbuh 7,8%.

Sementara itu ADB dalam proyeksi terbaru mereka bulan ini memperkirakan ekonomi Tiongkok pada tahun depan tumbuh 7,7%, tak berubah dari proyeksi September. Namun, lembaga ini menaikkan proyeksi pertumbuhan pada tahun ini dari sebelumnya 1,8% menjadi 2,1%.

Di sisi lain, ADB memproyeksi kontraksi ekonomi negara-negara Asia Tenggara lebih dalam dari proyeksi sbeelumnya minus 3,8% menjadi 4,4% pada tahun ini. Sedangkan proyeksi ekonomi ASEAN pada tahun depan dipangkas dari 5,5% menjadi 5,2%, 

Lembaga ini juga memangkas proyeksi ekonomi Malaysia pada tahun ini dari minus 5% menjadi negatif 6%. Demikian pula dengan Filipina yang semula terkontraksi 7,3% menjadi  negarif 8,5%.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand justru sedikit membaik dari minus 8% menjadi minus 7,8%. Vitenam bahkan diprediksi tumbuh lebih baik dari 1,8% menjadi 2,3%. Sementara ramalan ekonomi Singapura tetap stagnan pada level kontraksi 6,2%

ADB juga memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari minus 1% menjadi minus 2,2% pada tahun 2020. Ramalan ekonomi Indonesia pada 2021 juga dipangkas dari 5,3% menjadi 4,5%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait