Kemenkeu: 80% Setoran Dividen Hanya Disumbang 10 BUMN

Kementerian Keuangan berharap BUMN dapat memberikan keuntungan atau return lebih baik kepada negara.
Agatha Olivia Victoria
28 April 2021, 15:15
BUMN, keuntungan BUMN, Kemenkeu
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Tren penurunan laba BUMN sudah terjadi sejak 2018, tetapi kian parah akibat pandemi.

Pemerintah berharap Badan Usaha Milik Negara memberikan hasil keuntungan atau return yang lebih baik kepada negara. Kementerian Keuangan mencatat, 80% setoran dividen yang diberikan BUMN hanya berasal dari 10 perusahaan. 

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban mengatakan banyak BUMN yang masih membutuhkan bantuan negara. Kinerja BUMN secara keseluruhan pada tahun lalu juga turun dibandingkan tahun sebelumnya. Tren penurunan laba sebenarnya  sudah terjadi sejak 2018, tetapi kian parah akibat pandemi. 

"Saya tahu ini menjadi perhatian sehingga pada tahun pertama, Pak Erick Thohir langsung melakukan berbagai program seperti restrukturisasi dengan perampingan," ujar  kata Rionald dalam IFG Progress Launching & Sesi 1: Reformasi BUMN, Rabu (28/4).

Ia berharap kinerja BUMN dapat meningkat. Saat ini, rata-rata dividen yang disetorkan BUMN masih jauh dibandingkan aset yang dimiliki BUMN sehingga potensi peningkatan kinerja masih terbuka. 

Advertisement

"Dalam jangka panjang kami  juga berharap reformasi BUMN yang saat ini dilakukan pada perusahaan milik negara bisa berjalan baik sehingga dapar berkontribusi terhadap negara," ujar dia.

Baca Juga

Kemenkeu mencatat, BUMN telah menyetorkan pendapatan ke negara dalam bentuk dividen dan pajak mencapai Rp 1.896,5 triliun selama 2010 hingga 2019. Perinciannya, dividen tercatat Rp 377,8 triliun dan pajak Rp 1.518,7 triliun. Sementara, PMN yang telah disuntikan kepada para perusahaan pelat merah telah mencapai Rp 186,47 triliun dalam satu dekade terakhir.

Untuk tahun 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 42,3 triliun sebagai PMN BUMN. Guyuran dana segar ini menuai kritik di tengah perlunya stimulus kesehatan untuk menagani pandemi corona.

Ekonom Center Of Reform on Economics Yusuf Rendy Manilet menilai dividen BUMN yang lebih besar dari PMN yang disuntik negara tidak bisa dijadikan indikator utama efektivitas suntikan modal negara. "Karena bisa saja dividen dipengaruhi oleh faktor lain," kata Yusuf kepada Katadata.co.id, akhir tahun lalu.

Dia mencontohkan, PT Telekomukasi Indonesia Tbk yang bisa memberikan dividen yang besar karena penetrasi internet yang cepat di Indonesia. Kemudian, hal itu bertemu dengan bertumbuhnya ekomomi digital yang pertumbuhannya cukup signifikan.

Di sisi lain, Yusuf pun menuturkan bahwa masih ada beberapa perusahaan pelat merah yang masih memiliki tugas besar dalam mengoptimalkan PMN. Salah satunya, yakni BUMN perkebunan.

Bank-bank BUMN masuk dalam 10 besar penyumbang setoran dividen ke pemerintah. Pada tahun lalu, nilainya mencapai Rp 13,5 triliun. 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait