Pemerintah Tarik Utang Rp 19 T dari Lelang Sukuk dan Private Placement

Pemerintah menarik utang Rp 13,5 triliun dari lelang sukuk dan Rp 6 triliun dari private placement SUN yang digelar kemarin (27/7).
Image title
28 Juli 2021, 15:58
Lelang sukuk, pemerintah tarik utang, utang pemerintah, private placement sun
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Kementerian Keuangan mencatat, utang pemerintah sebesar Rp 6.554,56 triliun hingga akhir Juni 2021.

Pemerintah kembali menarik utang mencapai Rp 19,15 triliun melalui lelang sukuk atau surat berharga syariah negara (SBSN) dan private placement surat utang negara (SUN) yang digelar kemarin, Selasa (27/7). Pemerintah meraup Rp 13,5 triliun dari lelang SBSN dan Rp 6 triliun dari private placement.

Dirjen Pembiyaan dan Pengelolaan Risiko Luky Afirman menjelaskan, penawaran pada lelang SBSN kemarin yang mencapai Rp 56,69 triliun merupakan yang tertinggi pada tahun ini. Tren positif ini, menurut dia, telah berlangsung sejak bulan Mei didukung oleh kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif.

"Dari penawaran yang masuk, dimenangkan Rp 13,5 triliun atau bid to cover  ratio 4,3 kali. " ujar Luky kepada Katadata.co.id, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, tingginya penawaran yang masuk, antara lain didorong oleh likuiditas perbankan yang tinggi, investor asing yang mulai masuk ke pasar SBN domestik, dan suku bunga acuan yang tetap. Selain itu, langkah pemerintah mengurangi target pembiayaan utang tahun ini dan terkendalinya penanganan Covid-19 turun memberikan sentimen positif. 

Advertisement

Dalam lelang kemarin, pemerintah menerbitan enam SBSN, yakni SPNS14012022, PBS031, PBS032, PBS030, PBS029, dan PBS028. Seri SPNS14012022 yang jatuh tempo pada 14 Januari 2022 mendapatkan penawaran Rp 6,12 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan Rp 1 triliun dengan tingkat imbalan diskonto.

Seri PBS031 yang jatuh tempo pada 14 Juli 2024 mendapatkan penawaran Rp 14,18 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan Rp 5 triliun dengan tingkat imbalan 4% dan yield 4,57%.

Seri PBS032 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2026 mendapatkan penawaran Rp 13,27 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan Rp 4,35 triliun dengan tingkat imbalan 4,87% dan yield 5,3%.

Seri PBS030 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 mendapatkan penawaran Rp 5,33 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan Rp 2,65 triliun dengan tingkat imbalan 5,87% dan yield 5,93%.

Seri PBS029 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2034 mendapatkan penawaran Rp 9,31 triliun. Namun, jumlah nominal yang dimenangkan hanya mencapai Rp 150 miliar dengan tingkat imbalan 6,375% dan yield 6,5%.

Seri PBS028 yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046 mendapatkan penawaran Rp 8,48 triliun. Namun, tidak ada penawaran yang dimenangkan oleh pemerintah. 

Sementara itu, penerbitan SUN melalui private placement dilakukan dalam dua seri, yakni FR082 dan FR0064. Seri FR082 jatuh tempo pada 15 September 2030 memiliki kupon 7% dan yield 6,18%. Sedangkan seri FR004 memiliki kupon 6,125% dan jatuh tempo pada 5,8%.

Kementerian Keuangan mencatat, utang pemerintah sebesar Rp 6.554,56 triliun hingga akhir Juni 2021. Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi sebesar 41,35% pada bulan lalu.

 

 

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait