Pemerintah Akan Terbitkan ORI020 Pekan Depan, Tawarkan Kupon 4,95%

Masyarakat dapat membeli ORI020 dengan minimal pemesanan Rp 1 juta dan kelipatan Rp 1 juta mulai Senin (4/10) di mitra-mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah.
Image title
1 Oktober 2021, 17:03
ORI020, ORI, surat utang, utang ritel, sbn ritel, utang pemerintah
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. Posisi utang pemerintah pada akhir Agustus 2021 mencapai Rp 6.625,43 triliun, naik 0,84% dari bulan sebelumnya atau 18,42% dari tahun lalu.

Kementerian Keuangan berencana menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020 mulai pekan depan, Senin (4/10). ORI020 dibanderol dengan kupon 4,95%. 

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), ORI020 akan ditawarkan tanpa warkat, serta bersifat tradable atau dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, perdagangan hanya dapat dilakukan antar investor domestik yang mengacu pada tiga digit kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (SID). Surat utang ini akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2024.

Masa penawaran dibuka selama kurang dari tiga minggu, yakni pada 4 Oktober-21 Oktober 2021. Tanggal penetapan jatuh pada Senin (25/10), tanggal setelmen dua hari setelah penetapan yakni Rabu (27/10), sedangkan pembayaran kupon ditetapkan tanggal 15 setiap bulan. Pemerintah juga menetapkan holding periode atau waktu bagi investor untuk bisa menjual kembali kepemilikannya setelah satu periode pembayaran kupon atau pada 15 Desember mendatang.

Obligasi ini merupakan surat utang ritel sehingga setiap individu dapat membeli ORI020 dengan minimal pemesanan Rp 1 juta, kelipatan Rp 1 juta, dan maksimal Rp 3 miliar per investor. Proses pemesanannya dilakukan secara online melalui empat tahap, yakni registrasi, kemudian pemesanan, pembayaran serta tahap akhir yakni setelmen. Setelmen atau konfirmasi pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem e-SBN yang disediakan mitra distribusi

"Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ORI020 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 27 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik," demikian tertulis dalam keterangan resmi DJPPR, seperti dikutip Katadata.co.id pada Jumat (1/10).

Adapun 27 mitra distribusi ORI020 yang ditunjuk pemerintah terdiri atas 17 perbankan, empat perusahaan efek, tiga agen penjual efek reksa dana (APERD) dan tiga peer-to-peer lending. Perbankan mitra distribusi ORI020, terdiri dari:

  • BCA
  • Bank Mandiri
  • BNI
  • Bank Permata
  • BRI
  • BTN
  • Bank Maybank Indonesia
  • Bank CIMB Niaga
  • Bank Mega
  • Bank OCBC NISP
  • Bank Panin
  • Bank DBS Indonesia
  • Bank HSBC Indonesia
  • Bank UOB Indonesia
  • Bank Commonwealth
  • Bank Danamon Indonesia
  • Bank Victoria International.

Perusahaan efek peserta distribusi:

  • Trimegah Sekuritas Indonesia
  • BRI Danareksa Sekuritas
  • Bahana Sekuritas
  • Mandiri Sekuritas.

Agen penjual efek reksa dana (APERD) mitra distribusi:

  • Bareksa Portal Investasi
  • Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
  • Star Mercato Capitale (Tanamduit).

Peer-to-peer lending yang mitra distrbus:

  • Investree Radhika Jaya
  • Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)
  • Mitrausaha Indonesia Group (Modalku).

Penerbitan ORI020 akan menjadi obligasi ritel kelima yang sudah dterbitkan pemerintah sejak awal tahun. Empat Surat Berharga Negara (SBN) ritel sebelumnya berhasil meraup Rp 77,20 triliun.

Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang pemerintah pada akhir Agustus 2021 sebesar Rp 6.625,43 triliun, naik 0,84% dari bulan sebelumnya atau 18,42% dari tahun lalu. Nilai utang ini setara 40,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait