BI Dorong QRIS Bisa Digunakan untuk Belanja di Arab Saudi dan Malaysia

BI mengklaim QRIS antarnegara akan menguntungkan nasabah karena transaksi di luar negeri menjadi lebih murah. Bank Sentral berencana memperluas penggunaannya di Malaysia, Singapura, hingga Arab Saudi.
Image title
6 Oktober 2021, 16:21
BI, QRIS, QRIS lintas negara, malaysia, singapura, arab saudi
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/aww.
Ilustrasi. BI tengah melakukan uji coba QRIS lintas negara dengan Thailand.

Bank Indonesia berencana memperluas penerapan pembayaran lintas negara menggunakan Qode Respons Indonesia Standar (QRIS) ke sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Arab Saudi. Pemberlakuan QRIS antarnegara diklaim akan menguntungkan nasabah karena transaksi di luar negeri menjadi lebih murah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, implementasi QRIS untuk transaksi antarnegara baru diuji coba di Thailand sejak Agustus 2021. Rencananya, implementasi secara penuh akan dilaksanakan pada tahun depan. 

"QRIS sekarang sedang piloting dengan Thailand dan segera dengan beberapa negara lain. Malaysia, Singapura, Filipina,  Arab Saudi, serta India," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara 7th Indonesian Finance Association International Conference, Rabu (6/10).

Uji coba QRIS lintas negara dengan Thailand dilakukan dengan menyambungkan sistem pembayaran QRIS dengan sistem pembayaran milik Thailand Thai QR payment. Dalam uji coba tersebut, Bank Indonesia melibatkan 13 perusahaan jasa pembayaran (PJP) dari dalam negeri, antara lain bank Sinarmas, bank Mega, bank Permata, bank BSI, Telkom Indonesia, Maybank, Shopee Pay, Dana, bank Mandiri, CIMB Niaga, Link Aja dan Otto Cash.

Selain itu, ada pula penyelenggara switching yang ditunjuk yakni Rintis, Arta Jasa, Alto dan Jalin dan bank sebagai ACCD yakni bank BRI, BNI dan BCA. Tiga bank tersebut nantinya yang akan melakukan penyelesaian transaksi dengan skema LCS.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta amengatakan, implementasi QRIS terdiri atas tiga tahap. Pertama, penggunaan QRIS di dalam negeri yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun lalu. Kedua, penggunaan QRIS lintas negara khususnya di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang saat ini tengah berlangsung. 

Ketiga, kerja sama QRIS lintas negara di luar ASEAN. Fili menyebut, salah satu negara yang tengah dipersiapkan untuk QRIS antarnegara yaitu Arab Saudi.

Bank Indonesia menyebut pemberlakuan QR Indonesia Standar (QRIS) antarnegara akan menguntungkan nasabah karena transaksi di luar negeri menjadi lebih murah. Hal ini karena nasabah tidak perlu lagi melakukan penukaran uang tunai di fasilitas money changer atau menggunakan kartu debit/kredit.

"Kalau pakai QRIS antarnegara ini biayanya pasti lebih murah. Kami sudah cek, ini lebih murah dibandingkan menarik uang tunai di ATM luar negeri atau tukar uang tunai di money changer," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta, dalam sebuah diskusi virtual akhir Agustus lalu.

Selain layanan yang gratis, keuntungan lainnya kata Fili berupa kemudahan. Nasabah yang menggunakan kartu kredit biasanya perlu menginformasikan kepada bank penerbit agar transaksi di luar negeri dapat berjalan lancar dan limit transaksi dinaikkan. Sementara pengguna yang memakai QRIS, menurut dia, tidak perlu melakukan langkah-langkah tersebut.

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait