LPS: Bank Kecil Mulai Pangkas Bunga Deposito

LPS memperkirakan bank-bank kecil akan menurunkan bunga deposito menyusul langkah bank-bank besar yang sudah memangkas bunga simpanan lebih dulu.
Image title
8 November 2021, 16:01
LPS, bunga deposito, bunga, suku bunga
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. LPS memperkirakan tren penurunan bunga deposito secara keseluruhan akan cenderung terbatas seiring mulai membaiknya penyaluran kredit.

Lembaga Penjamin Simpanan memperkirakan, penurunan suku bunga deposito masih akan terjadi terutama pada kelompok bank-bank kecil. Meski demikian, tren penurunan bunga deposito secara keseluruhan akan cenderung terbatas seiring mulai membaiknya penyaluran kredit

"Laju penurunan suku bungan simpanan akan relatif terbatas pada akhir kuartal IV 2021 sejalan dengan kondisi likuiditas yang tetap longgar dan pertumbuhan permintaan kredit yang mulai meningkat," demikian tertulis dalam Laporan Likuiditas Bulanan LPS seperti dikutip Senin (8/11).

LPS melihat penurunan bunga simpanan terutama akan terjadi pada deposito bank-bank kecil sebagai respon atas penurunan bunga yang lebih dulu dilakukan bank-bank besar. Bank masih berupaya menurunkan bunga deposito untuk menjaga margin sehingga mampu memperbaiki profitabilitas.

Berdasarakan pemantauan LPS hingga akhir September, suku bunga simpanan perbankan melanjutkan penurunan dengan laju terbatas dibandingkan akhir bulan sebelumnya. Rata-rata bunga deposito bank dalam bentuk rupiah benchmark LPS turun satu basis posin ke 3,22% pada akhir September. Penurunan diikuti suku bunga minimum yang turun dua bps menjadi 2,62%, sedangkan suku bunga maksimum tidak berubah di level 3,82%.

Advertisement

Sementara suku bunga deposito dalam bentuk valuta asing (valas) baik minimum maupun maksimum turun tipis satu bps masing-masing menjadi 0,17% dan 0,26%. Adapun suku bunga rata-rata valas tidak berubah dari level 0,22%.

Di sisi lain, LPS melihat pertumbuhan kredit mulai membaik seiring mulai pulihnya perekonomian. Penyaluran kredit pada Agustus 2021 tumbuh 1,16% secara tahunan,  meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh melambat menjadi 8,81%.

"Kondisi likuiditas perbankan yang masih cukup longgar ini masih memberikan ruang bank untuk kembali menurunkan suku bunga simpanannya," kata LPS.

Penyaluran kredit diperkirakan masih akan tumbuh terbatas dalam beberapa bulan ke depan sejalan dengan aktivitas ekonomi yang semakin pulih. Meski demikian, perbankan juga diperingatkan untuk tetap mengantisipasi risiko kredit sekalipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang masa restrukturisasi kredit sampai Maret 2023.

LPS melihat pemulihan intermediasi perbankan diperkirakan akan terjadi secara gradual dipengaruhi laju pemulihan ekonomi dan keyakinan korporasi untuk melakukan investasi. Sementara pertumbuhan sisi DPK akan cenderung melambat ke pertumbuhan satu angka, dengan perilaku deposan individual dan deposan korporasi yang cederung mulai melakukan konsumsi dan investasi.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers akhir September lalu juga meramalkan kredit akan tumbuh 3,2%-5% sepanjang tahun ini. Sedangkan DPK akan tumbuh 10,2%.

"Kalau PPKM semakin longgar, laju pertumbuhan (kredit) yang saya sebutkan tadi bisa dilampaui dengan mudah, artinya pemulihan ekonomi kita juga akan semakin membaik di bulan-bulan mendatang," kata Purbaya dalam konferensi pers akhir September lalu.

Berdasarkan data LPS, simpanan masyarakat di perbankan pada September naik 7,5% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 7.224 triliun. Total simpanan naik pada semua kelompok, terutama kelompok simpanan dengan nilai di atas Rp 5 miliar. Kelompok ini mencatatkan pertumbuhan simpanan mencapai 10,7% menjadi Rp 3.664 triliun.

Sementara itu, pertumbuhan dana kelompok simpanan hingga Rp 100 juta hanya naik 3,2% menjadi Rp 942 triliun. Kemudian dana kelompok simpanan di atas Rp 100 juta hingga Rp 200 juta tumbuh 5,9% menjadi Rp 388 triliun. Dana kelompok simpanan di atas Rp 200 juta hingga Rp 500 juta naik 5,3% menjadi Rp 619 triliun.

Simpanan di atas Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar naik 4,1% menjadi Rp 534 triliun. Simpanan bernilai lebih dari Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar naik 4% menjadi Rp 470 triliun, lalu simpanan di atas Rp 2 miliar-Rp 5 miliar kenaikannya 4,5% menjadi 606 triliun.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait