Peluncuran Bursa Kripto Ditunda Hingga Akhir Tahun

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan saat ini, pembentukan bursa kripto masih dalam tahap pendirian sistem kustodian kripto.
Andi M. Arief
23 Juni 2022, 21:52
bitcoin, bursa kripto, uang kripto, kripto
Unsplash/Brian Wangenheim
Bappebti menyiapkan 229 jenis aset kripto yang dapat ditransaksikan, termasuk bitcoin dan ethereum yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Kementerian Perdagangan menargetkan peluncuran ekosistem bursa kripto pada kuartal IV-2022, mundur dari target sebelumnya pada kuartal I-2022. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan saat ini, pembentukan bursa kripto masih dalam tahap pendirian sistem kustodian kripto.

Menurut Jerry, ekosistem busa kripto akan terdiri dari bursa kripto, kustodian kripto, dan kliring kripto. Ia mengatakan tak terburu-buru meluncurkan ekosistem perdagangan ini agar seluruh kebutuhan konsumen, terutama aspek perlindungan terpenuhi. 

"Prioritas kami adalah perlindungan konsumen. Agar perlindungannya jelas dan maksimal, harus melalui proses-proses yang memang tidak mudah. Mudah-mudahan tahun ini rampung," kata Jerry di Kantor Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kamis (23/6). 

Bursa kripto nantinya dikelola oleh Digital Futures Exchange (DFX). Pengelola telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti modal yang harus disetor hingga sistem operasi.

Advertisement

Bursa ini juga bertugas mengawasi dan memastikan pencairan dana yang dijamin oleh kliring. Ini karena 70% dana disimpan di kliring.  Selain itu, bursa memberi jaminan aset kripto karena 70% aset disimpan di kustodian.

Bappebti menyiapkan 229 jenis aset kripto yang dapat ditransaksikan, termasuk bitcoin dan ethereum yang mempunyai kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Adapun terdapat 18 calon pedagang yang terdaftar di Bappebti. 

Sebelumnya, Bappebti menargetkan peluncuran bursa pada akhir tahun lalu. Namun, target itu mundur menjadi bulan ini.

Bappebti meluncurkan bursa kripto seiring jumlah investor kripto kian marak di Indonesia. Per Februari 2022, jumlah investor kripto mencapai 12,4 juta per Februari, melampaui pasar modal 8,1 juta.

Pada 2021, transaksi kripto seperti bitcoin dan ethereum mencapai Rp 859,4 triliun, dengan jumlah investor 11,2 juta. Nilai transaksi kripto sepanjang 2021 melonjak 1.222,8% dibandingkan 2020 sebesar Rp 64,9 triliun. Menurut Wisnu, peningkatan transaksi mencapai puncaknya pada April dan Mei 2021.

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait