Rupiah Melemah 14.765 per US$ Jelang Pidato Jokowi soal RAPBN 2023

Kurs rupiah melemah menjelang pidato Presiden Joko Widodo terkait RAPBN 2023. Pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh imbas kembali menguatnya sentimen kenaikan bunga The Fed.
Abdul Azis Said
16 Agustus 2022, 10:18
rupiah, rupiah hari ini, pidato jokowi
ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja/wsj/foc.
Ilustrasi. Rupiah pagi ini melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 30 poin ke level Rp 14.772 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah melemah menjelang pidato Presiden Joko Widodo terkait RAPBN 2023, terimbas kembali menguatnya sentimen kenaikan bunga The Fed.

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak menguat dari posisi pembukaan ke Rp 14.765 per dolar AS pada pukul 10.10 WIB. Namun, posisi tersebut masih melemah dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.741 per dolar AS. 

Mata uang Asia lainnya juga terpantau melemah terhadap dolar AS, kecuali dolar Taiwan yang menguat 0,05%, rupee India 0,15% dan baht Thailand 0,25%. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,05%, won Korsel 0,19%, peso Filipina 0,25%, yuan Cina 0,2% dan ringgit Malaysia 0,16%.

 

Advertisement

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali tertekan hari ini terimbas kembali menguatnya sentimen kenaikan bunga The Fed. Rupiah diperkirakan melemah ke arah Rp 14.780, dengan potensi penguatan ke kisaran Rp 14.700 per dolar AS.

"Meskipun data inflasi AS yang terakhir menunjukkan penurunan tapi beberapa petinggi the Fed masih mendorong kebijakan kenaikan suku bunga acuan untuk menurunkan level inflasi ke 2%," kata Ariston dalam risetnya, Selasa (16/8).

Inflasi konsumen AS turun ke level 8,5% pada Juli, melandai dari inflasi 9,1% pada bulan sebelumnya. Penurunan juga diikuti inflasi di tingkat produsen yang berbalik deflasi secara bulanan.

Selain itu, data produksi industri dan penjualan ritel di Cina pada Juli juga menurun, terimbas kebijakan pembatasan Covid-19. Kondisi ini menambah kekhawatiran pasar. 

Sementara dari dalam negeri, pasar merespon positif surplus neraca dagang Juli yang masih di atas US$ 4 miliar. Data neraca dagang tersebut bisa mengompensasi pelemahan rupiah akibat sentimen eksternal.

Pasar kini juga menantikan pidato nota keuangan presiden di Senayan hari ini. Namun, Ariston melihat hal ini tidak akan banyak mempengaruhi rupiah. "Karena apa yang disampaikan Presiden seperti keberhasilan dan masalah yang ada biasanya sudah sering dibahas sebelumnya," kata Ariston.

Analis DCFX Lukman Leong juga memperkirakan rupiah akan tertekan hari ini dan bergerak di rentang Rp 14.675-Rp 14.825 per dolar AS. Pasar mulai risk off dengan beralih ke dolar AS.

"Pasar menantikan penjelasan the Fed akan kebijakan mereka pada risalah pertemuan FOMC Juli yang dirilis besok malam," kata Lukman dalam risetnya.



Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait