Postur Sementara APBN 2023, Belanja Negara Tembus Rp 3.061 T

Rapat Panja RUU APBN 2023 menetapkan pendapatan negara sebesar Rp 2.463 triliun dan belanja negara Rp 3.061,2 triliun.
Abdul Azis Said
23 September 2022, 14:23
panja DPR, rapat paripurna
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU
Ilustrasi. Postur sementara APBN 2023 yang disepakati panja akan dibawa ke rapat pimpinan untuk disetujui sebelum dibawa ke Rapat Paripurna.

Panitia Kerja (Panja) RUU APBN 2023 menyepakati postur sementara APBN 2023 yang akan dibawa ke paripurna untuk disahkan menjadi Undang-undang. Target pendapatan ditetapkan sebesar Rp 2.463 triliun dan belanja Rp 3.061,2 triliun. 

Kesepatan dicapai oleh rapat panja yang terdiri dari unsur Badan Anggaran DPR RI dan pemerinta pada pagi ini (23/9). Kesepakatan akan dibawa untuk dibahas dalam rapat pimpinan banggar dengan pemerintah sebelum kemudian dibawa ke rapat paripurna dan disahkan sebagai UU. 

"Ini sudah kesepakatan panja, tapi finalnya di raker pimpinan yang terdiri dari Banggar, pemerintah dan Bank Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi saat ditemui di Kompleks Parlemen.

Panja penyusunan RAPBN 2023 telah menggelar rapat dalam beberapa pekan terakhir. Dari hasil kesepakatan Panja, disepakati postur sementara RAPBN tahun depan sebagai berikut:

Advertisement

PENDAPATAN NEGARA

Jenis PendapatanTarget Sementara
Penerimaan PajakRp 1.718 triliun
- PPh MigasRp 61,4 triliun
- PPh Non MigasRp 873,6 triliun
- PPN dan PPnBMRp 743 triliun
- Pajak Bumi dan BangunanRp 31,3 triliun 
- Pajak LainnyaRp 10,2 triliun
Penerimaan Kepabeanan dan CukaiRp 303,2 triliun
- CukaiRp 245,4 triliun
- Bea masukRp 47,5 triliun
- Bea keluarRp 10,2 triliun
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)Rp 441,4 triliun 
- Sumber daya alam (SDA) Migas Rp 131,2 triliun
- SDA non migas Rp 64,8 triliun
- PNBP Kementerian dan Lembaga Rp 76,8 triliiun
- PNBP penjualan hasil tambang Rp 31,2 triliun
- PNBP DMO Rp 5,3 triliun
- Penerimaan Badan Layana Umum (BLU) Rp 83 triliun
Penerimaan HibahRp 409 miliar
TOTAL Rp 2.463 triliun

 

BELANJA NEGARA

Jenis BelanjaAnggaran Sementara
Belanja Pemerintah PusatRp 2.246,5 triliun
- Belanaj Kementerian dan Lembaga (K/L)Rp 1.000,7 triliun
- Belanja non K/LRp 1.245,7 triliun
Transfer Ke Daerah (TKD)Rp 814,7 triliun
- Dana Bagi HasilRp 136,3 Triliun
- Dana Alokasi UmumRp 396 triliun
- Dana Alokasi Khusus Rp Rp 185,8 triliun
- Dana Otsus dan Dana Kesitimewaan DIY Rp 18,6 triliun
- Dana Desa Rp 70 triliun
- Insentif Fiskal Rp 8 triliun
TOTALRp 3.061,2 triliun

 

Dengan postur sementara tersebut, target defisit APBN tahun depan sebesar Rp 598,2 triliun. Nominal defisit tidak berubah karena kenaikan target pendapatan diikuti dengan kenaikan dengan besaran yang sama pada target belanja. Defisit tahun depan setara 2,84% dari produk domestik bruto (PDB).

Adapun untuk menutupi defisit dan memenuhi pembiayaan untuk investasi, pemerintah menargetkan pembiayaan utang tahun depan sebesar Rp 696,3 triliun. Adapun dengan rincian penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto Rp 712,9 triliun dan penarikan pinjaman neto negatif Rp 16,6 triliun.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait