Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini Meski Ada Kabar Buruk dari Amerika

Rupiah diperkirakan menguat pagi ini meski terdapat kabar buruk dari Amerika terkait data inflasi yang masih tinggi sehingga berpotensi membuat The Fed masih akan agresif menaikkan bunga.
Agustiyanti
14 Oktober 2022, 09:32
rupiah, rupiah hari ini
ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja/wsj/foc.
Ilustrasi. Rupiah pagi ini menguat bersama dengan mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 4 poin di level Rp 14.365 per dolar AS. Rupiah berpeluang menguat hari ini seiring sentimen positif yang membayangi pergerakan indeks saham Asia pagi ini. 

Mengutip data Bloomberg, rupiah berbalik melemah pagi ini ke posisi Rp 14.375 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB. Semantara itu, mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS.

Yuan Cina melemah 0,02%, ringgit Malaysia 0,11%, baht Thailand 0,17%, dan yen Jepang 0,12%. Sedangkan won Korea Selatan menguat 0,24%, dolar Taiwan naik 0,04%, dan peso Filipina 0,17%. 

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra melihat rupiah berpeluang menguat hari ini terhadap dolar AS mengikuti  indeks saham Asia pagi ini. "Pergerakan positif di indeks saham Asia. juga mengikuti indeks saham AS yang ditutup menguat semalam," ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (14/10). 

Advertisement

Bursa saham Asia melesat pagi ini hingga pukul 09.20 WIB. Bursa saham Hong Kong Hang Seng naik 3%, Nikkei Index di Jepang naik 3,27%, dan Strait Times Index di Singapura naik 1%. IHSG pagi ini juga bergerak menguat pagi ini sebesar 0,5% di level 6.915.

Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup menghijau. Indeks Dow Jone melesat 2,34%, S&P 500 2,6%, dan Nasdaq 2,33%. Bursa saham AS menghijau meski data inflasi konsumen AS bulan September yang dirilis semalam menunjukkan bahwa inflasi AS masih tinggi. 

Inflasi AS yang masih tinggi, menurut Ariston, memicu ekspektasi pasar bahwa tingkat suku bunga acuan AS akan dinaikan sebesar 75 bps lagi pada rapat di November. "Pasar juga berekspektasi bahwa tingkat suku bunga acuan AS akan dinaikan menjadi 4,85% di Maret 2023," kata dia. 

 

Selain itu, menurut Ariston, pasar juga masih dibayangi oleh kekhwatiran inflasi tinggi dan resesi global yang bisa menekan kembali harga aset-aset berisiko. Dengan demikian, menurut dia, fundamental yang ada seharusnya mendorong penguatan dolar AS.

"Tapi sementara ini sentimen positif yang terjadi dari semalam mungkin bisa mengangkat rupiah hari ini. Potensi penguatan ke arah Rp 15.300 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp 15.380 per dolar AS," kata dia. 

Kepala Analis DCFX Lukman Leong juga memperkirakan rupiah akan menguat seiring membaiknya sentimen di pasar setelah rilis data inflasi AS. Namun, rupiah juga berpotensi kembali tertekan apabila sentimen berubah.

"Dolar AS melemah oleh aksi "sell the news", tetapi dengan data inflasi AS yang lebih tinggi, dolar AS diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan," kata dia. 

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak hari ini dalam rentang Rp 15.300 hingga Rp 15.450 per dolar AS," ujarnya.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait