Rupiah Berpotensi Melemah karena Pasar Waswas The Fed Masih Agresif

Rupiah berpotensi melemah seiring kekhawatiran pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang akan diputuskan pekan depan.
Agustiyanti
8 Desember 2022, 09:41
rupiah, rupiah hari ini, rupiah melemah, dolar AS
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Ilustrasi. Rupiah dibuka menguat pagi ini, tetapi berpotensi melemah.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 26 poin ke level Rp 15.61o per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini.. Meski demikian, rupiah berpotensi melemah seiring kekhawatiran pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang akan diputuskan pekan depan. 

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak melemah dari posisi pembukaan ke level 15.622 per dolar AS hingga pukul 09.35 WIB. Adapun mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS.

Baht Thailand menguat 0,29%, rupee India 0,16%, won Korea Selatan 0,05%, dan dolar Hong Kong 0,06%. Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,13%, yuan Cina 0,05%, peso Filipina 0,35%, dolar Singapura 0,12%, dan yen Jepang 0,15%. 

Pengamat pasar uang Ariston melihat rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS mengikuti pelemahan kemarin. Menurut dia, pelaku pasar masih mengantisipasi keputusan suku bunga acuan the Fed yang akan dirilis pekan depan.

The Fed sebelumnya diperkirakan akan mulai mengendurkan kenaikan suku bunga pada bulan ini dengan hanya menaikkan 50 bps. Namun, data PMN nonmanufaktur yang kuat memberikan kekhawatiran bahwa Bank Sentral masih akan agresif menaikkan bunga.

"Data neraca perdagangan Cina pada November yang menunjukkan penurunan nilai ekspor impor lebih besar dari perkiraan juga memberikan sentimen negatif untuk rupiah," ujarnya kepada Katadata.co.id, Kamis (8/12).

Ia menjelaskan, perekonomian Cina yang sedang terganggu berpotensi memberikan efek negatif ke Indonesia. Ini karena Cina merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. 

"Hari ini, rupiah berpotens melemah ke arah Rp 15.680 per dolar AS, dengan support di kisaran Rp 15.600 per dolar AS," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Analis DCFX Lukman Leong juga memperkirakan rupiah akan menguat terbatas seiring koreksi terhadap dolar AS. Investor menantikan data penjualan ritel yang akan dirilis hari ini untuk melihat seberapa jauh perlambatan ekonomi di Indonesia.

"Secara umum rupiah masih tertekan oleh kekuatiran pelambatan ekonomi baik domestik maupun global, penguatan akan sementara dan terbatas dalam rentang Rp 15.550 hingga Rp 15.700 per dolar AS," ujarnya.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait