BI Diramal Kerek Suku Bunga 0,25% Hari Ini, Berikut Analisis 7 Ekonom

Abdul Azis Said
22 Desember 2022, 10:46
bank indonesia, rupiah, suku bunga, bunga
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi.BI sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 175 bps atau 1,75% sepanjang tahun ini menjadi 5,25%.

Bank Indonesia diramal masih akan mengerek suku bunga kebijakannya hari ini, meski tak  seagresif bulan-bulan sebelumnya. Mayoritas pasar memperkirakan suku bunga naik 25 bps menjadi 5,5%, tetapi beberapa analisis melihat masih ada peluang kenaikan 50 bps

BI sudah menaikkan suku bunga acuannya  sebesar 175 bps atau 1,75% sepanjang tahun ini menjadi 5,25%. Kenaikan bunga 50 bps bahkan ditempuh BI dalam tiga pertemuan beruntun sejak September.



Tekanan inflasi yang meningkat telah menjadi perhatian utama bank sentral. BI langsung tancap gas melipatgandakan kenaikan bunga pada September dengan kenaikan setengah persen setelah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi yang mengerek inflasi.

Namun, efek harga BBM itu tampaknya tidak sebesar yang diantisipasi dan mulai ada tanda-tanda penurunan. Inflasi yang melandai kemungkinan menjadi pertimbangan pasar BI untuk mulai mengurangi kecepatan kenaikan suku bunga acuannya mulai bulan ini.

Di samping itu, depresiasi nilai tukar juga sepertinya sedikit membaik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Faktor eksternal cukup positif. Dank sentral AS, The Fed telah lebih dahulu mulai mengurangi kecepatan kenaikan bunga sekalipun suku bunga AS itu sepertinya masih akan naik tahun depan.

Dengan berbagai kondisi tersebut, mayoritas ekonom yang dihubungi Katadata.co.id memperkirakan suku bunga BI akan naik 25 bps pada pertemuan hari ini. Berikut komentarnya:

  1. David Sumual - Bank Central Asia (BCA)

    Suku bunga hari ini diperkirakan naik 25 bps. Kenaikan lebih rendah dari bulan sebelumnya mempertimbangkan inflasi yang mulai mereda. Namun masih berlanjutnya kebijakan moneter ketet di sejumlah bank sentral utama dunia juga jadi perhatian Bank Indonesia untuk menentukan arah kebijakannya hari ini. Suku bunga diperkirakan masih akan naik lagi 50 bps pada awal tahun depan.

  2. Myrdal Gunarto - Maybank Indonesia

    Suku bunga diperkirakan naik 25 bps. Kenaikan bunga tersebut merefleksikan upaya BI untuk tetap menjaga daya tarik investasi portofolio Indonesia, menjaga rupiah untuk meminimalisasi inflasi importasi, dan menjinakkan inflasi. Suku bunga diperkirakan masih akan naik 50 bps pada tahun depan.

  3. Josua Pardede - Bank Permata

    BI akan menaikkan bunga 25 bps. Kenaikan bunga lebih rendah dari sebelumnya karena inflasi juga mulai mendingin. Faktor kainnya, rata-rata rupiah pada bulan Desember menguat terbatas dibandingkan bukan sebelumnya.

  4. Ahmad Mikail Samuel - Sucor Sekuritas

    Suku bunga diperkirakan naik 50 bps. Perkiraan di atas ekspektasi pasar ini mempertimbangkan masih tingginya ketidakpastian global setelah panic selling di pasar obligasi Jepang karena langkah mengejutkan Bank of Japan (BoJ) hari Selasa kemarin. Di sisi lain, bank sentral AS, The Fed juga masih akan menaikkan bunga acuannya. Ia memperkirakan masih akan ada kenaikan 25 bps lagi sampai kuartal pertama tahun depan.

  5. Damhuri Nasution - BNI Sekuritas

    Suku bunga akan naik 25 bps. BI akan mempertimbangkan masih tingginya tekanan terhadap rupiah akibat kenaikan bunga The Fed. Perkiraannya, suku bunga masih akan naik sekali lagi yakni 25 bps lagi sampai kuartal kedua tahun depan.

  6. Harry Su - Samuel Sekuritas

    Suku bunga perlu naik 50 bps lagi untuk menghindari risiko karena spread dengan suku bunga The Fed yang semakin kecil. Menurutnya, suku bunga masih perlu naik minimal 100 bps lagi sampai kuartal pertama tahun depan, tetapi tergantung situasi ekonomi di Amerika Serikat.

    Advertisement
  7. Rully Arya Wisnubroto - Mirae Asset Sekuritas

Suku bunga diperkirakan naik 25 bps. Kenaikan untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama dari sisi inflasi dan nilai tukar. Suku bunga BI diperkirakan masih akan naik sepanjang paruh pertama tahun depan ke level 6% atau kenaikan 50 bps. Pertimbangannya, The Fed juga masih akan mengerek bunga pada semester pertama tahun depan.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait