BPS Sebut Ekonomi RI Masih Solid Meski Melambat pada Kuartal IV 2022

Abdul Azis Said
6 Februari 2023, 12:02
BPS, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia, ekonomi Indonesia
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.
Ilustrasi. Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 mencapai 5,31%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2022 mencapai 5,01% secara tahunan, melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,72%. Seluruh komponen pengeluaran tumbuh, kecuali konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi. 

Kepala BPS Margo Yuwono mencatat, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2022 atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 2.988,6 triliun, sedangkan atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 5.114,9 triliun. PDB tersebut tumbuh 5,01% dibandingkan kuartal IV tahun lalu atau 0,36% dibandingkan kuartal sebelumnya. 

"Pertumbuhan ekonomi secara tahunan pada kuartal keempat sebesar 5,01%, trennya masih 5% meski melambat. Ini memperlihatkan perekonomian Indonesia tumbuh solid sepanjang 2022," ujar Margo dalam Konferensi Pers, Senin (6/2). 

Margo menjelaskan, perlambatan ekonomi pada kuartal IV dibandingkan dengan kuartal sebelumnya sebenarnya sesuai dengan pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat, pertumbuhan pada tiga bulan terakhir ini ditopang oleh seluruh komponen pengeluaran, kecuali konsumsi pemerintah yang terkontraksi. 

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,48%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 3,3%, ekspor 14,93%, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 5,7%, dan impor tumbuh 6,25%. Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar mencapai 51,65%, disusul PMTB 29,83%, ekspor 34,72%, konsumsi pemerintah 9,91%, konsumsi LNPRT 1,16%, dan impor -20,9%.

Sementara berdasarkan lapangan usahanya, pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir pada tahun lalu ditopang oleh industri, perdagangan, pertambangan, pertanian, dan konstruksi. Kelima sektor ini memberikan kontribusi hingga mencapai lebih dari 60% terhadap PDB. Adapun industri tumbuh  industri 5,64%, perdagangan 6,55%, pertambangan 6,46%, pertanian 4,51%, dan konstruksi 1,61%. 

Meski demikian, pertumbuhan tertinggi berdasarkan sektor lapangan usahanya dicatatkan oleh sektor transportasi dan pergudangan 16,99%, serta akomodasi makanan dan minuman 13,81%.

"Ini didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat, serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara," kata dia. 

 

Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Advertisement

Artikel Terkait