Penyaluran Dana Pembiayaan Rumah Sudah Lampaui Target Tahun Ini

Hingga 18 November 2020 penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 102.665 unit dengan nilai Rp 10,5 triliun.
Image title
18 November 2020, 21:40
Kawasan Perumahan Forest Hill di Jl. Raya Kabasiran, Kabasiran, Parung Panjang, Bogor, Kamis (10/9/2020).
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Kawasan Perumahan Forest Hill di Jl. Raya Kabasiran, Kabasiran, Parung Panjang, Bogor, Kamis (10/9/2020).

Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2020 telah melampaui target tahun ini yakni 102.500 unit. Tercatat, hingga 18 November 2020 pendanaan yang telah tersalurkan mencapai 102.665 unit dengan nilai Rp 10,5 triliun.

Sedangkan sisa pembiayaan tahun ini sebesar Rp 477,4 miliar atau 4,34% dari total anggaran Rp 11 triliun. Dengan angka tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan menargetkan pembiayaan 107.600 unit hunian hingga akhir Desember.

“Kami optimis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110 ribu-an unit,” kata Kepala Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin dalam keterangan tertulis PPDPP, Rabu (18/11).

Arief mengapresiasi bank pelaksana yang bekerja keras dalam menyalurkan fasilitas subsidi ini. Seluruh bank berhasil menyalurkan pendanaan melebihi kuota yang diberikan.

Adapun perjanjian kerja sama dengan bank pelaksana tahun 2021 akan dilaksanakan bersamaan rilis produk pembiayaan baru pada pekan ketiga Desember.

Arief juga meminta bank pelaksana gencar sosialisasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dalam memasarkan produk.  Hingga saat ini sebanyak 255.635 calon debitur telah mengakses aplikasi teranyar tersebut.

Sebanyak 107.616 di antaranya dinyatakan lolos subsidi checking, sementara 7.378 lainnya telah memasuki proses verifikasi. “Sedangkan 142 calon debitur sedang dalam pengajuan dana FLPP ke PPDPP, serta 102.665 debitur sudah menikmati dana FLPP,” kata dia.

Sebelumnya, Arief menghimbau bank penyalur FLPP memperhatikakan kualitas rumah subsidi, dan tak hanya kuantitas saja. Tak hanya itu, ia meminta bank penyalur FLPP memberi kepastian permintaan dan pasokan rumah dari pengembang.  

"Bank pelaksana dalam melakukan promosi harus menyertakan untuk mempublikasikan SiKasep," kata Arief beberapa bulan lalu.

Adapun Kementerian PUPR akan melimpahkan dana FLPP ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Dana FLPP yang akan dilimpahkan sebesar Rp 40 triliun. 

Reporter: Annisa Rizky Fadila
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait