Anies Sebut Curah Hujan & Kapasitas Drainase Sebabkan Banjir Jakarta

Drainase Jakarta tak mampu menampung curah hujan di atas 100 milimeter.
Ameidyo Daud Nasution
20 Februari 2021, 13:36
anies baswedan, jakarta, banjir
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Anies mengatakana banjir di Jakarta pada Sabtu (20/2) karena kapasitas drainase tak mampu tampung curah hujan tinggi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir yang melanda sejumlah lokasi di Jakarta disebabkan hujan ekstrem. Selain itu kapasitas sistem drainase ibu kota juga tak mampu menahan curah hujan tinggi.

Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir hingga melumpuhkan lalu lintas. Anies mengatakan dari data Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan pada Sabtu (20/2) dinihari tersebut memiliki intensitas di atas 150 milimeter.

“Kapasitas sistem drainase Jakarta berkisar 60 sampai 100 milimeter. Bila hujan di atas 100 milimeter per hari past terjadi genangan,” kata Anies, Sabtu (20/2) dikutip dari Antara.

Anies lalu menyinggung curah hujan di wilayah Pasar Minggu yang mencapai 226 milimeter sampai Lebak Bulus yakni 154 meter yang termasuk ekstrem. Tak hanya itu, DKI juga menerima kiriman air dari hulu di Bogor. “Dalam perjalanannya, tentu berdampak pada kawasan yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Sebelumnya BMKG telah memperingatkan sejumlah provinsi seperti DKI akan adanya potensi banjir akibat hujan pada akhir pekan ini. Terbaru, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memprediksi hujan berpotensi terjadi lagi pada Minggu (21/2).

"Diperkirakan hujan intensitas lebih besar dari 10 milimeter/jam terjadi dalam durasi sekitar 3 sampai 4 jam pada 20 dan 21 Februari 2021," demikian keterangan LAPAN.

Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta melaporkan sebanyak 193 rukun tetangga (RT) di Jakarta terendam banjir. dan mengakibatkan 1.380 orang mengungsi.  Wilayah dengan dampak terbesar adalah Jakarta Timur dengan 143 RT terkena banjir.

Di bawahnya adalah Jakarta Selatan dengan 44 RT  dan 6 RT di Jakarta Barat yang dilanda banjir. "Disebabkan tingginya curah hujan dan  luapan Kali Ciliwung, Krukut, dan Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter dan Cipinang di Jakarta Timur," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Sabdo Kurnianto.

Beberapa wilayah di Jakarta Selatan bahkan dilanda banjir dengan ketinggian lebihd ari satu meter. Salah satunya adalah di Jalan Mujair Dalam Kelurahan Pasar Minggu dengan ketinggian air 160 centimeter.

Saat ini petugas pemadam kebakaran ikut serta mengevakuasi warga di wilayah tersebut. “Pemadam Kebakaran mengerahkan semua perahu karet untuk evakuasi warga,” kata petugas Damkar Jakarta Selatan, Slamet.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait