Jokowi Ikut Turun Tangan Soal Polemik Atlet RI di All England 2021

Jokowi memerintahkan Menpora menyelamatkan tim yang masih terjebak di Birmingham. Presiden juga meminta polemik ini tidak didiamkan.
Ameidyo Daud Nasution
19 Maret 2021, 20:06
all england, olah raga, jokowi, menpora
ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/Andrew Boyers/aww.
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan and Melati Daeva Oktavianti (kanan) beraksi saat laga final ganda campuran All England 2020 di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). Presiden Jokowi meminta Menpora menyelamatkan tim bulu tangkis Indonesia yang terjebak isolasi saat All England 2021.

Polemik mundurnya tim bulu tangkis Indonesia dari turnamen All England 2021 mengundang reaksi Presiden Joko Widodo. Presiden memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali tidak tinggal diam soal kejadian yang dipicu protokol Covid-19 tersebut.

Jokowi menginstruksikan Zainudin untuk menyelamatkan tim yang masih terjebak di Birmingham, Inggris. Selain itu, pemerintah menyatakan kekecewaannya kepada Federasi Badminton Dunia (BWF) atas hal ini.

“Presiden meminta perlakuan yang tidak baik ini jangan didiamkan dan harus dipersoalkan,” kata Zainudin saat menggelar konferensi pers, Jumat (19/3) dikutip dari Antara.

 

Kekecewaan ini lantaran tim merasa diperlakukan tak adil sehingga terpaksa mundur dari kejuaraan tahunan tersebut. Tak hanya itu, pemain dan ofisial harus kembali ke hotel dengan berjalan kaki.

Saat ini tim masih menjalani isolasi di hotel sampai 23 Maret mendatang. Sedangkan kebutuhan logistik mereka dipasok oleh Kedutaan Besar RI. Zainudin mengatakan saat ini pemerintah sedang mencari cara memulangkan tim jika tak ada kejelasan.

“Saat ini kami masih berusaha agar pemain tidak terkurung (di hotel),” kata Zainudin.

Kasus ini memang mengundang keprihatinan sejumlah pihak di Tanah Air. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang beranggapan insiden tersebut bisa dihindari jika tes berkala dilakukan. “Menurut saya bisa lakukan tes tiap hari. Namun itu adalah kebijakan Pemerintah Inggris,” kata Ridwan, Jumat (19/3).

Adapun mantan pebulu tangkis nasional Hariyanto Arbi mendukung permintaan Pemerintah agar turnamen ini dihentikan dulu. Ini lantaran beberapa pemain telah bertanding dan kontak erat dengan atlet dari negara lain.

“Saya setuju kalau pertandingan ini dihentikan;. Tapi kalau boikot hingga tahun depan, saya tidak setuju,” kata peraih juara All England 1993 dan 1994 itu.

Permintaan ini awalnya disampaikan Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya lantaran pebulu tangkis Indonesia telah berinteraksi dengan banyak atlet. Desra juga sudah menyampaikan usul tersebut kepada Kepala Departemen Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Usulan juga disampaikan agar tim badminton RI dapat kesempatan menjalani tes usap yang memastikan kelanjutan mereka di kompetisi. “Ini seperti dilakukan dalam Australian Open di Melbourne,” kata Desra.

Seluruh tim bulu tangkis Indonesia baik atlet, pelatih, hingga ofisial terpaksa mundur karena masalah protokol kesehatan Covid-19. Hal ini lantaran otoritas kesehatan setempat menemukan satu kasus positif saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham yang ditumpangi para atlet RI.

Ini artinya tim harus mundur dan menjalankan isolasi sampai 23 Maret di Crowne Plaza Birmingham City Centre.  Manajer Tim Indonesia Ricky Soebagdja mengatakan hingga saat ini tim tak diberitahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal kasus positif tersebut.

Reporter: Antara

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait