Pemerintah Tetapkan Harga Vaksin Gotong Royong Rp 1 Juta untuk 2 Dosis

Image title
10 Mei 2021, 13:57
vaksin, covid-19, virus corona, harga vaksin, 3m
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 AstraZeneca tahap pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Pemerintah siapkan harga vaksin Gtong Royong sebesar Rp 500 ribu sekali suntik.

Pemerintah telah menetapkan harga vaksin Covid-19 mandiri untuk swasta atau vaksin Gotong Royong. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, vaksin tersebut dibanderol harga sebesar Rp 500 ribu per dosis.

Dengan demikian, pengusaha harus menyediakan dana sebesar Rp 1 juta rupiah untuk vaksinasi kepada satu orang karyawan. Sebab, vaksinasi Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali penyuntikan.

Biaya tersebut akan ditanggung oleh perusahaan yang ikut serta dalam program vaksinasi Gotong Royong. "Harga vaksin Rp 375 ribu per dosis dan penyuntikan 125 ribu sehingga total Rp 500 ribu," kata Airlangga usai rapat dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/5).

Saat ini, vaksin Gotong Royong yang telah tersedia di Tanah Air ialah vaksin Sinopharm sebanyak 500 ribu dosis. Vaksin asal Tiongkok itu berkomitmen untuk mengirimkan 7,5 juta dosi vaksin ke RI.

Selain itu, vaksinasi Gotong Royong akan memakai vaksin Cansino yang berasal dari Negeri Tirai Bambu. Indonesia telah mempersiapkan 5 juta dosis vaksin Cansino.

Airlangga menargetkan, vaksinasi mandiri tersebut sudah bisa dilaksanakan mulai akhir Mei 2021. "Sudah peroleh sertifikasi baik BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia)," ujar dia.

Sebelumnya, Airlangga mengatakan vaksinasi tersebut akan berbasis zona prioritas. Selain itu, penyuntikan diutamakan pada industri padat karya yang telah mendaftar program vaksinasi melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Kemudian, Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Ijin Tinggal Tetap (KITAP) bisa mendapatkan vaksin Covid-19 tersebut.

Berdasarkan hasil uji klinik, vaksin Sinopharm memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutunya. Data hasil uji klinik dievaluasi Badan POM bersama Komnas Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia.

Hasil studi klinik fase III yang dilakukan di Uni Emirat Arab dan beberapa negara pada subjek 42 ribu orang, efikasi vaksin menunjukkan 78%. Persentase pembentukan antibodi setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua sebesar 99,52% pada orang dewasa dan 100% pada lansia.

Kepala BPOM Penny K. Lukito pun memastikan, vaksin tersebut aman digunakan. Sebab, kejadian efek samping lokal yang paling sering dilaporkan adalah kemerahan, pembengkakan, sakit. "Sangat kecil sekitar 0,01%," ujar dia.

 

Reporter: Rizky Alika

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait