Hadiri Global Covid-19 Summit, Jokowi Bahas Pembiayaan Atasi Pandemi

Jokowi menyampaikan perlunya ada sistem yang mirip Dana Moneter Internasional (IMF), namun bergerak pada bidang kesehatan
Ameidyo Daud Nasution
23 September 2021, 09:06
Jokowi, biden, covid-19
Katadata
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Global Covid-19 Summit pada Rabu (22/9). Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo diundang Presiden Amerika Serikat Joe Biden khusus untuk membahas penanganan pandemi dalam Global Covid-19 Summit yang digelar Rabu (22/9) malam. Dalam agenda tersebut, Jokowi mengatakan bahwa dunia perlu membenahi arsitektur kesehatan global sebagai dampak wabah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Jokowi merupakan satu dari empat pemimpin yang diundang khusus oleh Biden membahas pandemi dalam pertemuan tersebut. Agenda digelar di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (22/9) WIB.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan perlunya membangun sistem ketahanan global yang baru di bidang kesehatan. Apalagi pandemi menunjukkan bahwa sistem kesehatan tidak bersifat lokal lantaran penularan bisa terjadi antar negara.

“Sistem keuangan global sudah tertata, maka perlu sistem kesehatan global yang juga lebih ditata,” ujar Budi dalam siaran virtual, Kamis (23/9).

 Jokowi juga menyampaikan mekanisme yang perlu diatur mirip dengan Dana Moneter Internasional (IMF), namun bergerak pada bidang kesehatan. Nantinya sistem ini bisa diakses seluruh negara jika menghadapi krisis kesehatan.

“Sama seperti IMF dalam sistem keuangan global, tata kelolanya jelas dan terbukti menyelamatkan keuangan di negara berkembang,” kata Budi.

Hal lain yang disampaikan Jokowi adalah menyusun standar protokol kesehatan yang berskala global. Ini agar pergerakan dan aktivitas antar negara bisa mengacu satu ketentuan yang sama.

“ita tidak pernah pusing kalau ke negara lain karena bawa paspor. Bayangkan kalau dokumen masuk negara berbeda-beda akan sulit melakukan perjalanan,” ujar Budi.

Soal pembenahan arsitektur kesehatan awalnya disampaikan Biden kepada Jokowi. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah bagaimana satu negara bisa mendapatkan akses pembiayaan kesehatan agar memiliki ketahanan.

“Presiden AS menekankan untuk menghadapi pandemi berikutnya, semua harus memiliki ketahanan kesehatan yang baik,” kata budi.

Hal lain yang disampaikan Biden adalah meminta komitmen para pemimpin agar segera melakukan vaksinasi. Apalagi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan 70% umat manusia telah menerima suntikan kekebalan tahun depan.

Selain itu Biden juga mengajak para pemimpin dunia menyiapkan akses alat kesehatan hingga obat-obatan dalam mengahadapi pandemi. Apalagi sudah ada 4,5 juta manusia yang kehilangan nyawanya karena Covid-19 ini.

“Presiden Biden juga menekankan kebutuhan oksigen, tes, hingga tracing yang harus terpenuhi,” kata Budi.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait