Jokowi Targetkan Rehabilitasi Mangrove Kerek Pendapatan Warga Pesisir

Jokowi akan rehabilitasi 34 ribu hektare mangrove tahun ini. Tanaman tersebut diharapkan juga mampu menahan perubahan iklim
Image title
23 September 2021, 14:37
jokowi, mangrove, iklim
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR pada Senin (16/8)

Presiden Joko Widodo menargetkan rehabilitasi mangrove akan mencapai 34 ribu hektare di seluruh Indonesia pada tahun ini. Jokowi berharap tanaman tersebut bisa menahan gelombang sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir pantai.

Jokowi mengatakan mangrove dapat memperbaiki lingkungan pesisir serta memperbaiki habitat di daerah pantai. Hal tersebut diharapkan bisa meningkatkan produksi ikan dan produksi hasil laut lainnya.

Dengan demikian, pendapatan masyarakat di pesisir pantai akan ikut meningkat.  "Ini kepiting tadi kami dapat dua," ujar Jokowi menanam mangrove di Desa Tritih Lor, Cilacap Utara, Kamis (23/9).

 

Adapun fungsi utama tanaman tersebut adalah mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, dan menghambat intrusi air. Selain itu, rehabilitasi mangrove diharapkan dapat mengantisipasi perubahan iklim yang tengah terjadi.

"Rehabilitasi mangrove akan terus kita lakukan, baik oleh badan restorasi gambut dan mangrove dan juga oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," kata Jokowi usai 

 

Pada kesempatan itu, Jokowi turut didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki area hutan bakau yang cukup luas. Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2019, total luas hutan bakau nasional mencapai 3,31 juta hektare dengan kawasan Papua sebagai area hutan bakau terluas yaitu sebesar 1.497.724 hektare.

Melansir dari situs American Museum of Natural History, ada sekitar 80 spesies tanaman yang termasuk dalam kategori tanaman bakau. Untuk bertahan hidup, beberapa spesies tanaman bakau mampu menyaring sebanyak 90% garam lewat akarnya. Sementara spesies lain mengeluarkan garam melalui kelenjar pada daun dan kulit pohon.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jenis tanaman bakau di Indonesia tercatat sebanyak 202 jenis, yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis tanaman pemanjat, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit (tumbuh pada tanaman lain), dan 1 jenis paku.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait