Jokowi Perintahkan Kebut Vaksinasi di Papua Barat, Tak Boleh Ada Stok

Jokowi juga meminta para pelajar dan mahasiswa untuk segera divaksin agar Pembelajaran Tatap Muka bisa segera dilakukan.
Image title
4 Oktober 2021, 15:11
jokowi, vaksin, papua
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/3/2021). Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor.

Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi di Sorong, Papua Barat pada Senin (4/10). Dalam peninjauannya, Jokowi meminta proses pemberian vaksin kepada masyarakat agar segera dipercepat.

Jokowi juga mengataan semakin cepat masyarakat menerima vaksin akan semakin baik. Selain itu, Kepala Negara meminta para pelajar dan mahasiswa untuk segera divaksin agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa segera dilakukan.

"Segera dihabiskan, jangan ada stok vaksin. Segera disuntikkan ke masyarakat," kata Jokowi di Sorong, Senin (10/4).

 

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memantau vaksinasi massal yang dilaksanakan di Kota Sorong, Teluk Bintuni, Fakfak, Manokwari, Raja Ampat, Sorong Selatan, Teluk Wondama, dan Kaimana. Presiden mengecek ketersediaan vaksin dengan bertanya melalui telekonferensi video dengan pemda setempat.

Mantan Wali Kota Solo berpesan, vaksinasi massal diperlukan untuk mencegah penularan virus corona varian Delta di Papua Barat. "Ini dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 utamanya varian Delta di Papua Barat maupun di negara kita," katanya.

Sebagai informasi, pemerintah berambisi mencapai target vaksinasi 337 juta dosis hingga akhir tahun. Ini setara 80% dari target 416 juta dosis yang ingin dicapai pemerintah untuk mencapai herd immunity dengan memvaksinasi 70% dari total penduduk Indonesia.

"Program vaksinasi ini menjadi game changer dan yang sekarang sedang kita kejar. Pemerintah juga sudah membuat roadmapnya sampai akhir tahun," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi Virtual Bertajuk Forum Indonesia Bangkit oleh CIMB Niaga, Rabu (29/9).

Pemerintah menargetkan 208 juta penduduk sudah memperoleh vaksinasi lengkap, yakni vaksin pertama dan kedua untuk mencapai herd immunity. Ini artinya butuh 416 juta dosis vaksin untuk mecapai target tersebut. Hingga 4 Oktober 2021, total vaksinasi sudah mencapai 147,23 juta dosis. Realisasi ini terdiri atas 94,22 juta dosis pertama dan 53 juta dosis kedua.

Untuk memenuhi target 337 dosis hingga akhir tahun, pemerintah akan mengamankan 393,9 juta dosis vaksin hingga Desember. Sejak awal tahun hingga Agustus 2021, jumlah vaksin yang sudah diamankan pemerintah mencapai 158,53 juta dosis.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait