Kejar Target 70% Penduduk, Jokowi Pacu Vaksinasi dari Rumah ke Rumah

Jokowi menargetkan 70% telah menerima vaksin Covid-19 pada akhir 2021. BIN akan mengetuk pintu warga untuk menjalani vaksinasi
Image title
19 Oktober 2021, 18:37
jokowi, vaksin, covid-19
Katadata
Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi di Halaman kantor Bupati Merauke, Papua, Minggu (3/10). Foto; Biro Pers Sekretariat Presiden

Pemerintah terus mendorong vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Presiden Joko Widodo juga menargetkan lebih dari 70% penduduk sudah  menerima vaksin corona pada akhir tahun ini.

Untuk itu, pemerintah menggelar vaksinasi dari pintu ke pintu demi mempercepat pemberian suntikan. Salah satunya dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dengan program vaksin rumah ke rumah.

"Kita berharap di akhir tahun nanti lebih dari 70% penduduk kita telah divaksinasi," kata Jokowi saat meninjau vaksinasi pintu ke pintu di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (19/10).

 

Adapun, total peserta vaksinasi pada Selasa (19/10) mencapai 70 ribu orang. Secara rinci, 30 ribu masyarakat akan dilayani vaksinator dari pintu ke pintu.

Sementara, 40 ribu masyarakat lainnya merupakan pelajar di Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Ia berharap, vaksinasi tersebut bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat secara maksimal. "Sehingga masyarakat bisa terproteksi dari penyebaran Covid-19," kata Jokowi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 19 Oktober pukul 12.00 WIB, total vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 109 juta dosis atau 52,34% dari target. Sementara, vaksinasi dosis ke-2 baru mencapai 64 juta dosis atau 30,73%.

Adapun, pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 dapat disuntikkan kepada 208.265.720 dosis. Target tersebut meliputi kelompok tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, masyarakat umum, dan remaja usia 12-17 tahun.

 

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait