Satgas Soroti Tren Kenaikan Kasus Covid-19 Daerah yang Tak Taat Prokes

Satgas kembali ingatkan masyarakat agar disiplin prokes demi mencegah gelombang ketiga Covid-19
Ameidyo Daud Nasution
24 Oktober 2021, 18:29
prokes, satgas, covid-19
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp.
Petugas kesehatan melakukan tes swab antigen kepada salah satu karyawan warung kopi (warkop) Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Jumat (28/5/2021). Razia prokes yang digelar sebagai bentuk menindaklanjuti instruksi gubernur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro sekaligus mengimbau pemilik tempat usaha warkop dan kafe untuk menutup tempat usahanya pada pukul 23.00 WIB dan membuka kembali pada pukul 05.30 WIB sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan COVID-19.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat terus menjaga protokol kesehatan. Hal ini lantaran kedisiplinan warga mulai mengendur seiring pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dari data Satgas, pada tanggal 3 sampai 22 Oktober, daerah yang mengalami penurunan protokol kesehatan terus bertambah. Pada 3 Oktober, ada 8,1% kabupaten dan kota dengan kepatuhan memakai masker di bawah 60%. Jumlah wilayah tersebut meningkat jadi 10,1% pada 22 Oktober lalu.

Pada periode yang sama, jumlah kecamatan dengan kepatuhan rendah dalam memakai masker juga bertambah dari 12,9% menjadi 4,6%. “Penurunan kepatuhan tak hanya di level kabupaten/kota tapi di tingkat kecamatan,” kata kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Sonny B. Harmadi dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10).

Dari data Satgas, penurunan juga terlihat pada daerah dengan ketertiban menjaga protokol kesehatan. Pada periode 3 sampai 22 Oktober, persentase kabupaten dan kota dengan kepatuhan memakai masker di atas 90% turun dari 59% menjadi 53%.

Begitu pula dengan kepatuhan menjaga jarak yang terus menurun. Jumlah kabupaten dan kota dengan kepatuhan menjaga jarak kurang dari 60% bertambah dari 7,8% menjadi 11,2%. Sebaliknya, daerah yang dengan kedisiplinan di atas 90% berkurang dari 52,5% menjadi 46,1%.

Padahal dalam tiga pekan terakhir, kepatuhan masyarakat secara nasional telah berjalan baik. Rata-rata skor memakai masker telah mencapai 8,25, sedangkan skor menjaga jarak dan mencuci tangan berada di angka 8,02.

"Jika ini terus terjadi, tentu meningkatkan potensi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia," kata Sonny.

Oleh sebab itu Sonny meminta masyarakat disiplin dan konsisten menjaga protokol kesehatan. Hal ini demi mencegah Indonesia dilanda gelombang ketiga Covid-19.

“Jika ini (tidak patuh) terus terjadi, tentu meningkatkan potensi kenaikan kasus Covid-19,” katanya.

Sedangkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga mengingatkan agar publik tidak lengah menjaga prokes. Dia lalu kembali meminta masyarakat yang belum menerima vaksin segera menjalani vaksinasi. “Karena kita semua tak ingin lonjakan kasus Covid-19 berulang,” ujarnya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait