Pasien Omicron Lolos dari Karantina, Sempat Dikejar hingga Tes Ulang

Menkes juga membenahi ketentuan tes pembanding agar kasus lolosnya varian omicron tak terulang lagi
Ameidyo Daud Nasution
27 Desember 2021, 18:17
omicron, covid-19, corona, karantina
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kronologi pasien positif Omicron lolos dari karantina. Ia menyatakan saat ini pasien tersebut telah dinyatakan negatif.

Hal ini diketahui dari hasil tes yang dilakukan kepada pasien tersebut dan keluarganya. “Kami kejar lagi yang bersangkutan, kami tes (bersama) keluarganya. Hasilnya negatif,” kat Budi Gunadi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (27/12) dikutip dari Antara.

 Budi mengatakan awalnya perempuan yang datang dari Inggris tersebut dinyatakan positif Covid-19 saat tiba di Indonesia. Namun pasien meminta tes pembanding untuk meyakinkan hasilnya. “Memang boleh (tes kedua), dites hasilnya negatif,” katanya.

Pasien lalu mengajukan permintaan untuk keluar dari karantina untuk isolasi mandiri. Lima hari kemudian, hasil whole genome sequencing pasien keluar dengan hasil positif Omicron.

Advertisement

Hal ini membuat Kemenkes mengejar pasien tersebut dan keluarganya. Budi mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran untuk pihaknya membenahi ketentuan tes.

Tenaga kesehatan Wisma Atlet
Tenaga kesehatan Wisma Atlet (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

 

Bahkan mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengubah aturan tes pembanding Covid-19. Dia menjelaskan, jika hasil tes pertama positif dan pembandingnya negatif, maka akan dilakukan tes ketiga. “Kalau hasilnya positif, dia harus karantina terpusat,” katanya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginstruksikan tidak ada dispensasi karantina tanpa alasan yang kuat. Keringanan hanya dapat diberikan apabila seseorang memiliki masalah kesehatan atau alasan lainnya.

"Kemarin ada satu orang yang lolos dari situ karena pergi dengan keluarganya dan kita harapkan tidak terjadi lagi," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (27/12).

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait