Kasus Covid-19 Menurun, Jabodetabek Kembali Masuk PPKM Level 2

Kota Surabaya dan sekitarnya juga akan kembali memberlakukan PPKM level 2
Ameidyo Daud Nasution
7 Maret 2022, 15:37
ppkm, jabodetabek,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.
Warga menyeberang jalan di kawasan Karet Kuningan, Jakarta, Selasa (22/2/2022).

Pemerintah kembali menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan Surabaya Raya menjadi level 2. Hal ini karena tren kasus harian dan rawat inap di dua wilayah tersebut menurun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jumlah daerah PPKM level 2 kembali bertambah. Meski demikian, daftar detail daerah pembatasan level 2 akan diketahui dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri yang akan keluar.

“Seiring perbaikan situasi Covid-19 maka sejumlah kabupaten dan kota masuk PPKM level 2 meningkat,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (7/3).

 Secara umum, kasus dan rawat inap Covid-19 telah menurun di hampir seluruh provinsi yang ada di Jawa dan Bali. Satu-satunya provinsi dengan peningkatan kasus adalah Daerah istimewa Yogyakarta.

Advertisement

“Tapi DIY akan segera turun dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Meski demikian, epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman meminta pemerintah tidak melonggarkan aturan pembatasan lantaran Indonesia masih dalam masa kritis pandemi Covid-19. Menurutnya, masa kritis pandemi akanberlangsung pada Februari hingga Maret 2022. Untuk itu, aturan pembatasan aktivitas yang sama masih perlu dipertahankan untuk mengendalikan virus.

"PPKM dipertahankan pada level saat ini di masing-masing daerah karena masa kritis ini setidaknya sampai sebelum akhir Maret," kata Dicky saat dihubungi, Senin (7/3).

Kebijakan PPKM juga diharapkan bisa mencegah kasus Covid-19 menjelang Ramadan. Selain itu, penerapan pembatasan perlu diikuti dengan penguatan penelusuran, pengetesan, dan perawatan (3T) serta vaksinasi Covid-19 pada masyarakat.

Ia pun menilai, masih ada kendala pada kinerja 3T dan vaksinasi di Tanah Air. Hal ini ditunjukkan pada peningkatan kasus kematian akibat corona. "Angka kematian yang terus timbul cukup tinggi," ujar dia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan, kasus konfirmasi Covid-19 selama sepekan lalu, yaitu 28 Februari-6 Maret mencapai 209.331 kasus. Jumlah itu turun 38,7% dari kasus kumulatif pekan sebelumnya pada 21-27 Februari sebanyak 341.889 kasus.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait