Jokowi: Tahun Ini Boleh Mudik, Syaratnya 2 Kali Vaksinasi dan Booster

Jokowi juga memperbolehkan masyarakat menggelar salat tarawih berjemaah di masjid saat bulan Ramadan
Ameidyo Daud Nasution
23 Maret 2022, 17:59
jokowi, mudik, vaksin
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Laporan Tahunan Komisi Yudisial 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Pemerintah terus melonggarkan sejumlah kegiatan seiring turunnya kasus Covid-19. Presiden Joko Widodo mengatakan mudik pada lebaran tahun ini akan diperbolehkan dengan syarat vaksinasi.

Jokowi mengatakan mereka yang ingin pulang ke kampung halamannya harus terlebih dulu menjalani vaksinasi primer dua kali dan satu kali booster. “Serta menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Rabu (23/3).

 Presiden juga memperbolehkan masyarakat menggelar salat tarawih berjemaah di masjid saat bulan Ramadan. Namun mereka perlu menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penularan corona.

Jokowi juga melarang pejabat dan pegawai pemerintah menggelar buka puasa bersama dan open house. Ia berharap dengan kebijakan ini, tren kasus corona tetap dapat ditekan.

Advertisement

“Semoga ini bisa dipertahankan. Saya minta protokol kesehatan tetap jalan,tetap pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” katanya.

Pemerintah hingga terus mendorong vaksinasi Covid-19 dosis primer hingga penguat (booster). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dan Idul Fitri dengan lebih bebas.

"Semua lakukan vaksinasi legkap dan booster, terutama lansia dan komorbid sehingga nanti bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih bebas," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (14/3).

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali ini pun meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, baik dosis primer dan booster. Percepatan vaksinasi diperlukan selama dua pekan sebelum memasuki bulan puasa.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait