Kasus Covid-19 Indonesia Naik 3.840, Terbanyak Berasal dari Jakarta

Jakarta melaporkan 901 pasien baru Covid-19 hari ini. Tren kasus positif kembali menunjukkan penurunan.
Ameidyo Daud Nasution
30 Maret 2022, 18:49
covid-19, virus corona, jakarta
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym.
Petugas medis melakukan tes usap PCR kepada seorang warga di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia, Cilandak, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Tren penularan Covid-19 kembali menurun usai meningkat pada Selasa (29/3). Pemerintah melaporkan kasus corona bertambah 3.840 pada Rabu (30/3), sedikit melandai dari kemarin yakni 3.895 orang.

Kasus nasional hari ini didapatkan dari pemeriksaan terhadap 87.610 orang. Dari jumlah tes orang yang dites, maka rasio positif corona yang diperoleh mencapai 4,38%.

 

Pergeseran terjadi pada daerah penyumbang kasus harian Covid-19 terbanyak. Provinsi DKI Jakarta berada di peringkat satu dengan sumbangan 901 kasus hari ini. Sedangkan Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 826 kasus positif.

Advertisement

Sedangkan angka kematian bertambah 118 orang pada hari ini. Jawa Tengah masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 34 pasien meninggal dunia.

Selain itu angka kesembuhan juga bertambah 7.876 orang. Penyumbang terbanyak secara harian adalah Jawa Barat yang melaporkan 1.342 pasien telah dinyatakan positif hari ini.

Pemerintah juga melaporkan kasus aktif Covid-19 hari ini berkurang 4.154 menjadi 111.555 orang. Selain itu ada pula 6.530 orang yang saat ini berstatus sebagai suspek virus corona.

Sejalan dengan penurunan kasus, pemerintah akan melonggarkan aktivitas saat Ramadan dan Lebaran tahun ini. Namun, Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko mengatakan semestinya relaksasi aturan belum dilakukan saat ini.

Menurutnya, perbaikan kasus Covid-19 saat ini terjadi karena adanya penurunan kinerja tes corona sejalan dengan dihapusnya syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan. "Jadi kasusnya masih banyak," kata Miko saat dihubungi, Kamis (24/3).


 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait