Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Tinjau Status PPKM Awal Juli

Pemerintah juga akan menggenjot vaksinasi booster Covid-19n hingga menggelar survei imunitas masyarakat.
Ameidyo Daud Nasution
26 Juni 2022, 12:29
covid-19, virus corona, ppkm
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Warga bersiap menyeberang jalan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/6/2022). S

Penularan Covid-19 masih menunjukkan tren peningkatan hingga pekan ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyiapkan sejumlah langkah pencegahan, salah satunya meninjau ulang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Untuk diketahui, hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini berstatus level 1. Dengan status tersebut, aktivitas masyarakat semakin mendekati normal.

"Review status pada awal Juli 2022," kata Budi dalam pesan singkat kepada awak media, Minggu (26/6).

Selain itu Budi juga menyiapkan tiga langkah lain demi menekan kasus. Pertama adalah mempertahankan standar protokol kesehatan di tengah masyarakat. Kedua adalah mempercepat vaksinasi booster.

Advertisement

"Serta melakukan sero suvei-3 di akhir Juni hingga awal Juli," katanya.

Munculnya subvarian BA.4 dan BA.5 memang menyebabkan kenaikan kasus di sejumlah negara. Budi juga memperkirakan puncak lonjakan kasus akan terjadi pada pekan kedua atau ketiga Juli.

Meski demikian, beberapa indikator lain Covid-19 masih terkendali. Angka rasio positif secara nasional masih berada di 3,61% atau di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sedangkan angka reproduksi Covid-19 di Indonesia masih berada di bawah angka 1. Meski demikian, Budi juga menyoroti daerah dengan indikator corona yang mulai meninggi.

"Rasio positif beberapa provinsi seperti Jakarta dan Banten sudah di atas 5%," katanya.

Kementerian Kesehatan juga akan meningkatkan penelusuran (tracing) dan tes (testing). Penelusuran akan dilakukan dengan rasio 1:12 hingga 1:15. Ini artinya tiap satu kasus, akan ada 12 hingga 15 orang yang menjalani tes.

"Akan dilakukan di tujuh provinsi dengan kasus tinggi," kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (23/6).

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait