Harga BBM Naik, Jokowi Minta Daerah Biayai Transportasi Bahan Pangan

"Saya tidak mau diam. Kita harus intervensi (inflasi). Daerah harus bergerak," kata Jokowi
Rizky Alika
7 September 2022, 11:21
jokowi, bbm, pangan
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Presiden Joko Widodo mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) terbaru di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022).

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan berimbas pada peningkatan inflasi. Presiden Joko Widodo pun meminta pemerintah daerah untuk membiayai transportasi produk pangan untuk menenekan inflasi.

"Saya tidak mau diam. Kita harus intervensi (inflasi). Daerah harus bergerak," kata Jokowi pada Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Rabu (7/9).

Pemerintah daerah diminta memangkas 2% dari Dana Transfer Umum (DTU) yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH). Dana itu diharapkan dapat menutup biaya pengiriman bahan pangan dari sentra produksi ke berbagai wilayah.

Kepala Negara pun menceritakan pengalamannya saat menjadi pemimpin daerah. Mantan Wali Kota Solo itu mensubsidi biaya transportasi bawang merah saat terjadi kenaikan harga pengiriman.

Advertisement

"Artinya, harga bawang merah di pasar sesuai dengan harga di petani karena biaya transpor ditutup," ujar dia.

Kepala Negara mengatakan, biaya transportasi tersebut tidak besar. Sebagai contoh, pengiriman bahan pangan dari Brebes ke Lampung berkisar Rp 3 juta untuk satu truk.

Untuk itu, ia meminta pemda di sentra produksi pangan untuk membiayai ongkos pengiriman. "Mana yang banyak telur? Bogor, Blitar, tutup biaya transportasi," katanya.

Dengan upaya tersebut, Presiden meyakini inflasi terjaga dengan baik. Adapun, Jokowi memperkirakan inflasi tahun ini akan bertambah 1,8% karena kenaikan harga BBM.

Adapun, Kementerian Keuangan memperkirakan dampak kenaikan BBM terhadap lonjakan inflasi hanya akan berlangsung hingga dua bulan dan akan kembali normal pada November. 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut kenaikan harga BBM ini akan mengerek inflasi utamanya dua bulan pertama, yakni September dan Oktober. "Semoga  bulan November mulai kembali ke pola normal. Biasanya inflasi yang seperti ini cepat," ujar dia.

Dalam perkiraan sebelum pengumuman kenaikan harga BBM, pemerintah memperkirakan inflasi tahun ini akan berada di level 4-4,8%. Suahasil menyebut, kenaikan harga BBM pasti akan mengerek inflasi tahun ini.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait