Bos PLN Sebut Mobil Listrik Bikin Ramah Ongkos, Ini Hitungannya

Muhamad Fajar Riyandanu
11 Oktober 2022, 21:52
mobil listrik, pln, bbm
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) saat meninjau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) The Apurva Kempinski Bali di Badung, Bali, Selasa (30/8/2022).

Pemerintah saat ini terus mengembangkan ekosistem mobil listrik. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyebut penggunaan mobil listrik bisa menghemat pengeluaran bahan bakar hingga seperlima dari kendaraan berbahan bakar minyak.

Darmawan lalu menjelaskan kalkulasinya mengapa penggunaan mobil listrik lebih murah. Perhitungan tersebut mengacu pada asumsi harga bensin Rp 15.000 per liter dan Rp 1.600 per kilowatt-hour (kWh) listrik. 

"Dengan jarak tempuh sama-sama 10 kilometer, mobil konvensional mengeluarkan biaya Rp 15.000 untuk satu liter bensin, sementara kendaraan listrik hanya butuh Rp 2.000 per 1,2 kWh listrik atau per liter bensin ekuivalen," kata Darmawan saat menjadi pembicara dalam BNI Investor Daily Summit 2022, Selasa (11/10).

Selain lebih irit dari aspek bahan bakar, penggunaan kendaraan listrik juga disebutnya lebih ramah lingkungan. Darmawan mengatakan satu liter bensin sanggup menghasilkan 2,4 kilogram (kg) emisi CO2.

Sementara 1,2 Kwh listrik dari pembangkit batu bara hanya menghasilkan 1.200 gram atau 1,2 kg emisi CO2. "Itu sudah mengurangi emisi 50%, apalagi nanti kalau menggunakan EBT," ujar Darmawan.

Guna mendukung percepatan penggunaan mobil listrik, PLN memberikan sejumlah insentif bagi para konsumen seperti diskon pengisian tarif listrik hingga 30% pada pukul 22.00 hingga pukul 06.00.

Darmawan mengatakan dengan adanya diskon tersebut, tarif listrik turun ke angka Rp 1.200 per kWh dari sebelumnya Rp 1.600 per kWh. PLN telah menjalin kerjasama dengan Hyundai, Wuling, Toyota, Mitsubishi dan Mercedes untuk memberikan diskon tarif listrik tersebut.

"Setiap ada pembelian mobil listrik dari pabrikan itu, pasokan listrik akan kirim ke pelanggan dan kami sinkronkan dengan sistem kami. Kalau cas baterai malam hari akan dapat diskon," kata Darmawan.

Selain menyediakan insentif bagi pengisian baterai di rumah, PLN juga terus mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Sejauh ini, PLN sudah mendirikan 150 SPKLU dan target 660 SPKLU untuk ajang G20.

PLN juga menjaring kerja sama dengan pusat perbelanjaan, mall, perkantoran hingga tempat wisata untuk pendirian SPKLU di tempat umum. Beberapa misalnya gerai kopi Starbucks, mal, hingga perkantoran. "Jadi ada pihak ketiga yang menjadi investor sementara sediakan teknologi, ini sudah berjalan," ujarnya.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...