PDIP Kritik Anies: Hanya 5 dari 23 Janji Kampanye Terealisasi

PDIP membeberkan program-program Anies yang disebut tak berjalan. Beberapa di antaranya OK OCE, DP 0%, hingga mengatasi banjir serta macet.
Andi M. Arief
13 Oktober 2022, 18:33
pdip, anies, jakarta
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Direktur Utama 'Jakarta Experience Board (JXB)' Novita Dewi (tengah) menggunting pita saat meresmikan Jakarta Street Experience (JSX) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (26/9/2022).

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akhir masa jabatannya. PDIP mengatakan janji kampanye yang ditepati oleh Anies Baswedan saat menjabat sangat kecil. 

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Ima Mahdiah mencatat Anies hanya merealisasikan lima janji kampanye selama 2017-2022. Adapun, total janji yang Anies sampaikan pada masa kampanye 2017 mencapai 23 buah. Temuan tersebut merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh pengamat tata kota, pengamat politik, dan para periset.

"Pemimpin itu bukan hanya jago membuat tempat-tempat selfie saja, tapi bagaimana menepati janjinya sesuai pertama kali disumpah dan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Ima di Sekolah Partai DPP PDIP, Kamis (13/10).

Ima menyampaikan salah satu janji yang direalisasikan Anies selama kepemimpinannya adalah pemberian dana hibah kepada beberapa organisasi masyarakat atau Ormas. Pada tahun ini, Anies tercatat memberikan dana hibah senilai Rp 352 miliar kepada organisasi keagamaan dan pengelola tempat ibadah.

Advertisement

Namun demikian, Ima menilai janji-janji yang penting justru tidak terealisasi. Salah satu janji yang dimaksud adalah program One Kecamatan One for Center Entrepreneurship atau OK OCE.

Sebagai informasi, Anies menargetkan pembentukan 200.000 wirausaha baru melalui program OK OCE. Namun demikian, Ima menemukan jumlah wirausaha baru selama Anies menjabat hanya 6.000 orang atau 3% dari janji Anies pada kampanye 2017.

Selain itu, Ima menyampaikan Anies sama sekali tidak merealisasikan program pembelian rumah dengan uang muka atau down payment (DP) sebesar 0%. Kementerian Keuangan mendata jumlah backlog kepemilikan rumah di Ibu Kota mencapai 1,27 juta rumah tangga pada 2015.

Terakhir, Ima menemukan Anies sama sekali tidak menyelesaikan masalah utama di Ibu Kota, yakni banjir, manajemen sampah, dan kemacetan. Adapun, anggaran yang dikelola Anies selama menjabat mencapai Rp 350 triliun.

Di sisi lain, Anies telah menyelesaikan beberapa proyek gadang di Ibu Kota, seperti stadion olahraga, pemukiman, hingga transportasi. Proyek terbaru adalah Kampung Susun Bayam di Tanjung Priok yang diresmikan Anies pada Rabu (12/10).

Proyek lainnya yang rampung di era Anies adalah Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta yang awalnya dibangun untuk menopang pelaksanaan Asian Games 2018.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait