Survei Charta di Jawa Tengah: Elektabilitas Ganjar 68,5%, Puan 0,7%
Charta Politika menggelar survei elektabilitas calon presiden dan presiden di beberapa daerah, salah satunya Provinsi Jawa Tengah. Di Jateng, Ganjar Pranowo mendominasi elektabilitas responden dengan selisih besar.
Survei dilakukan Charta pada 20 hingga 27 September 2022 kepada 1.200 responden. Adapun, survei yang menggunakan metode multistage random sampling ini memiliki margin of error 2,83%.
Dari hasil survei mereka, sebanyak 68,3% responden memilih Gubernur Jateng Ganjar sebagai calon presiden mereka. Nama Ganjar terpaut jauh dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang mendapatkan 7,5% dan Gubernur DKI Anies Baswedan dengan 6,6% suara.
Berikutnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapatkan 2,8% suara responden, sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dipilih 1% responden. Adapun, nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani hanya dipilih oleh 0,7% responden.
Untuk calon wakil presiden, nama Ridwan Kamil dipilih paling banyak responden dengan jumlah 24,9%. Di bawahnya adalah Sandiaga Uno dengan 16,5% suara dan Erick Thohir yang mendapatkan 9,5% suara.
Dari sisi parta politik, PDI Perjuangan masih mendominasi Jawa Tengah dengan 42,6% suara responden. Angka yang didapatkan PDIP terpaut jauh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berada di posisi kedua dengan 13,2%.
Di posisi ketiga adalah Golkar dengan 6% suara responden. Di bawahnya adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipilih 5,5% responden. Gerindra menutup lima besar dengan elektabilitas 4,5%.
Meski demikian, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan elektabilitas tidak menjadi faktor utama dalam penentuan calon presiden. Hasto mencontohkan saat pemilihan Joko Widodo sebagai calon presiden periode 2014-2019 dan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah.
"Kepentingan bangsa dan negara (yang utama). Ibu Megawati telah membuktikan begitu banyak pemimpin lahir dari PDI Perjuangan," kata Hasto di Sekolah Partai DPP PDIP, Kamis (13/10).
