IHSG Betah di Level 6.100, Ini Rekomendasi Saham pada Awal Pekan

IHSG berada di level tak jauh dari 6.100 sejak Selasa (14/9). Pergerakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana tapering off bank sentral Amerika Serikat.
Image title
20 September 2021, 07:17
IHSG, bursa, saham
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Petugas kebersihan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021). Perdagangan IHSG pascalibur Idul Fitri 1442 Hijriah dibuka menguat 11,79 poin atau 0,2 persen ke posisi 5.950,14.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,38% menjadi 6.133 pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (17/9). Mengawali pekan ini, Senin (20/9), bagaimana proyeksi indeks dari pada analis dan apa saja saham rekomendasinya?

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG hari ini membuka peluang untuk naik dan menguji lagi level resistance di 6.169.  Sejak Selasa (14/9) indeks memang terus bergerak tak jauh dari 6.100.

"Jika IHSG ditutup di atas level tersebut, maka ada peluang untuk lanjut menuju target 6.194, bahkan 6.216," kata Ivan dalam riset tertulis.

Berdasarkan analisisnya, level support IHSG hari ini kemungkinan akan berada di 6.053, 6.028 dan 5.972 dan level resistance di 6.141, 6.169, dan 6.194. Berdasarkan indikator teknikal, Ivan mengindikasikan indeks akan bergerak naik.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Astra International (ASII), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Barito Pacific (BRPT), dan Tjiwi Kimia (TKIM).

Sebaliknya, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai IHSG hari ini berpotensi melemah dengan area support 6.101 dan 6.070. Sementara, area resistance di level 6.164 dan 6.148.

Pergerakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana bank sentral Amerika Serikat, The Fed, untuk melonggarkan beberapa kebijakan alias tapering. "Pergerakan juga akan minim sentimen data ekonomi pada awal pekan," katanya.

Dia merekomendasikan saham Surya Citra Media (SMCA) untuk tahan jika sudah beli, boleh menambah posisi kepemilikan saham, atau bisa juga pelaku pasar saham membeli. Pasalnya, indikator teknikal menunjukkan sinyal beli dengan sentimen positif.

Dennies juga merekomendasikan saham Erajaya Swasembada (ERAA) untuk beli. Pasalnya, indikator teknikal menunjukkan sinyal beli dengan sentimen positif.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait