IHSG Berpotensi Menguat, Ini Daftar Saham Rekomendasi Analis

Sentimen positif IHSG seiring rilis data perekonomian neraca perdagangan yang diprediksi masih berada dalam kondisi stabil.
Image title
15 Maret 2022, 06:50
ihsg, saham, bursa
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,43% di level 6.952,204 pada akhir perdagangan Senin (14/3). Indeks diperkirakan menguat terbatas dan bergerak di level 6.823 - 6.996 pada Selasa (15/3).

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG belum akan meninggalkan rentang konsolidasi wajarnya. Gerak indeks hari ini diwarnai oleh rilis data perekonomian neraca perdagangan yang diprediksi masih berada dalam kondisi stabil.

"Di sisi lain, tercatatnya capital inflow secara year to date menunjukkan minat investor asing yang masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia, sehingga IHSG masih memiliki peluang untuk kembali mengalami kenaikan dalam jangka pendek," kata William dalam risetnya, dikutip pada Selasa (15/3).

Ia merekomendasikan beberapa saham untuk dipantau hari ini, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Astra Internasional Tbk (ASII).

Advertisement

Sedangkan analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, pada perdagangan kemarin (14/3), IHSG berhasil ditutup di atas resisten minor 6.937 dan berpeluang menembus ke atas resisten krusial di 6.997. Adapun, titik resistance IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 6.997, 7.030 dan 7.067, sedangkan titik support ada di posisi 6.814, 6.760 dan 6.704. 

Sebagai informasi, support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru. 

Sedangkan, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju pertumbuhan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan hold atau accumulative buy pada saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) di rentang harga 6.200-6.300 dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di rentang harga 550-565.

Kemudian, ia merekomendasikan untuk hold atau buy on weakness pada PT United Tractors Tbk (UNTR) di rentang harga 24.300-24.500. UNTR ditutup di bawah support 24975 dan membuka jalan untuk melemah ke Fibonacci retracement 61,8% dari wave iii di 24.300 sebagai perkiraan target dari wave iv.

Selain itu, Ivan juga menyarankan speculative buy pada PT Timah Tbk (TINS) di rentang harga 1.480-1.510. Lalu, ia menyarankan untuk hold pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target harga terdekat di 1.505.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait