Tangani Tumpahan Minyak di Blok ONWJ, Pertamina Dibantu KSSS Lain

ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina.
23/7/2019, 13.55 WIB

Pertamina masih berusaha menangani gelembung gas dan tumpahan minyak di sekitar area pengeboran sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ), di pantai utara Jawa. Pertamina mendapatkan bantuan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas lainnya.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan banyak KKKS menawarkan bantuan, di antaranya untuk penyediaan oil boom atau alat penghalang minyak yang mengambang di laut. "Kami terima, kami juga terima kasih ke KKKS yang lain," kata di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (22/7).

(Baca: Gelembung Gas Bocor di Blok ONWJ, Jonan: Sudah 3 Kali Anjungan Miring)

Ia menjelaskan, metode penanganan tumpahan minyak yang diterapkan Pertamina sama dengan kasus tumpahan minyak lainnya. Sterateginya adalah penanganan secara over-react. “Jangan menunggu dan sudah terlambat baru bertindak," kata dia.

Dalam menangani permasalahan ini, Pertamina berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, Ditjen Perhubungan Laut, dan Badan Nasional Penanganan Bencana.

(Baca: Pertamina Gandeng Tim Deepwater Horizon Atasi Gelembung Gas Bocor ONWJ)

Hingga kini, Pertamina masih enggan membeberkan potensi kerugian akibat permasalahan tersebut. Menurut Dharmawan, perusahaan masih berfokus pada keselamatan karyawan dan masyarakat. "Kembali ke filosofi, save life, people, and community," ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak mendekat ke wilayah terdampak. Hal ini untuk memastikan dampak lingkungan seminimal mungkin.

Pertamina mengelola Blok ONWJ melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHE melaporkan temuan gelembung gas di sekitar anjungan sumur YYA-1 pada 12 Juli lalu, setelah itu gelembung membesar, dan terjadi semburan minyak.