PT Total Indonesia dan PT Vivo Energy Indonesia resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga itu terhitung 2 November 2018.
Berdasarkan keterangan resmi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), tiga dari empat produk BBM milik Total, yakni Performance 92, Diesel, dan Performance 90 dengan variasi kenaikan mulai dari Rp 150 hingga 300 per liter. Sementara Performance 95 mengalami penurunan harga.
Harga performance 92 naik menjadi Rp 11.050 per liter dari sebelumnya Rp 10.900 per liter. Harga Diesel naik 200 menjadi Rp 12.250 per liter. Adapun, harga Performance 90 naik 3% menjadi Rp 10.250 per liter. Performance 95 turun dari Rp 100 per liter menjadi Rp 12.550 per liter.
Manajemen Total enggan berkomentar mengenai perubahan harga tersebut. "Kami no comment dulu untuk ini," ujar Brand Manager PCMO & Fleet PT Total Oil Indonesia, Magda Naibaho kepada Katadata.co.id, Selasa (13/11).
Dalam lima bulan ini, perusahaan asal Prancis tersebut sudah delapan kali mengubah harga BBM nya baik menaikkan maupun menurunkan harga. Pertama kali, Total menaikkan harga BBM pada 1 Juni 2018 lalu. Kenaikan BBM saat itu bervariasi mulai Rp 100 per liter hingga Rp 600 per liter.
Kedua, pada 1 Juli 2018, Total menaikkan harga BBM mulai dari Rp 550 per liter hingga Rp 800 per liter. Lalu, 7 Juli 2018, harga BBM Total turun berkisar Rp 100 hingga 200 per liter.
Pada 2 Agustus 2018, Total menaikkan harga BBM mulai dari Rp 50 per liter sampai Rp 100 per liter. Belum ada sebulan, tepatnya, 29 Agustus 2018, harga kembali naik mulai dari Rp 50 per liter sampai Rp 150 per liter.
3 Oktober 2018, Total menaikkan BBM mulai dari Rp 350 per liter sampai Rp 850 per liter. Ketujuh, pada 28 Oktober 2018 Total menaikkan lagi BBM dengan variasi kenaikan mulai Rp 150 per liter hingga Rp 400 per liter. Terakhir adalah kenaikan saat ini.
Tak hanya Total, Vivo juga menaikkan harga BBM mulai dari Rp 1.000 per liter sampai Rp 1.250 per liter. BBM jenis Revvo 89 naik menjadi Rp 8.900 per liter dari sebelumnya Rp. 7.750 per liter. Lalu Revvo 90 naik Rp 1.250 per liter menjadi Rp 9.900. Revvo 92 juga naik dari Rp 9.600 per liter menjadi Rp 10.600 per liter. Harga tersebut mulai berlaku sejak 31 Oktober 2018.
Uni merupakan kenaikan harga BBM yang ketiga kalinya dilakukan Vivo. Mengacu data BPH Migas, sejak awal tahun perusahaan ini menaikkan BBM pada 5 Maret 2018, yakni khusus BBM RON 89 saja. Lalu setelah itu Vivo menaikkan harga BBM lagi pada 5 April 2018, khusus untuk BBM Ron 92. Lalu pada 10 Juli 2018 Vivo menaikkan seluruh harga varian BBM-nya, kenaikannya sekitar Rp 100 hingga 200 per liter.
Harga BBM nonsubsidi kini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018. Dalam aturan itu harga tertinggi ditentukan berdasarkan harga dasar ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang menyesuaikan peraturan daerah provinsi setempat. Kemudian margin badan usaha tetap dipatok maksimal 10% dari harga dasar.
(Baca: Vivo Energy Resmi Ajukan Perubahan Harga BBM)
Dalam aturan tersebut, badan usaha juga tidak perlu mendapatkan persetujuan untuk menetapkan harga BBM nonsubsidi. Namun, jika harga tidak sesuai dengan aturan itu, Menteri ESDM dapat menetapkan harga.