Puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) kini mulai memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, setelah sempat kosong dalam beberapa waktu. Ini menindaklanjuti terbitnya Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang perubahan perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar mengatakan hingga hari ini ada 38 SPBU di Jamali yang sudah menjual Premium. Adapun targetnya sebanyak 571 SPBU yang akan kembali dipasok BBM sebelum Lebaran.
Proses pengisian kembali Premium di 571 SPBU itu tidak akan memakan waktu yang lama karena hanya membersihkan tangki stok yang sudah ada. "Target realisasi 571 penyalur di Jamali yang menyalurkan Premium kembali paling lambat 7 Juni 2018," kata dia di Jakarta, Senin (6/4).
Masing-masing SPBU itu akan menyalurkan Premium sekitar 8 kiloliter (KL) per hari. Dengan tambahan tersebut, secara total ada 2090 SPBU yang menyalurkan Premium di Jamali.
BPH Migas juga telah menetapkan kuota Premium di Jamali sebanyak 4,3 juta KL. Keputusan itu diambil berdasarkan sidang komite BPH migas yang berlangsung pekan lalu.
Penetapan kuota tersebut berdasarkan pertimbangan konsumsi BBM di Jamali dan realisasi konsumsi Premium di wilayah ini tahun lalu. Dari Januari hingga Mei, realisasi penjualan Premium di Jamali mencapai 1,2 juta kilo liter.
Puncak konsumsi Premium terjadi 1 Juni 2018 sebanyak 35.685 KL. Sementara Pertalite per tanggal 3 Juni 2018 konsumsinya mencapai 44.294 KL. Lalu Pertamax tanggal 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 19.896 KL. Solar mencapai puncak penjualan per 31 Mei 2018 sebanyak 71.256 KL, Pertamina Dex tanggal 1 Juni 2018 dengan realisasi 578 KL, dan Dexlite tanggal 3 Juni 2018 dengan realisasi 1.685 KL
Dari pantauan lapangan yang dilakukan BPH Migas, konsumen yang membeli Premium adalah pengendara motor. Sedangkan kendaraan roda empat banyak memilih Pertalite sebagai bahan bakarnya.
(Baca: Izin Usaha SPBU yang Tidak Jual Premium Terancam Dicabut)
Tambahan pasokan ini juga untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi sepanjang Lebaran. BPH Migas menyatakan cadangan operasional BBM bisa mencapai 23 hari, Solar 20 hari, Minyak Tanah 52 hari dan Avtur 27,5 hari. Sedangkan untuk elpiji cadangannya bisa mencapai 17,7 hari.