Inpex Corporation akhirnya mengumumkan pemenang lelang pekerjaan desain awal (Pre Front End Engineering Design/FEED) proyek Lapangan Abadi di Blok Masela. Mereka adalah PT KBR Indonesia dan konsorsium PT Technip Engineering Indonesia dan PT Technip Indonesia.

Senior Specialist Media Relations Inpex Corporation Moch. Nunung Kurniawan mengatakan dua perusahaan itu akan mengerjakan dua pekerjaan berbeda yang menjadi bagian dari proyek desain awal Blok Masela. Untuk pekerjaan desain awal fasilitas kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di darat atau Pre-FEED OLNG akan dikerjakan oleh PT KBR Indonesia.

Sementara pekerjaan desain awal fasilitas produksi terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) dikerjakan konsorsium PT Technip Engineering Indonesia dan PT Technip Indonesia. “Kami akan memulai pekerjaan Pre-FEED sesegera mungkin," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (4/3).

Namun, Kurniawan belum mau merinci besaran biaya untuk proses pengerjaan desain awal yang akan dikerjakan dua perusahaan itu.  Yang jelas dana ini nantinya akan diganti pemerintah (cost recovery).  

Informasi yang diperoleh Katadata.co.id Agustus 2017 lalu, biaya yang disetujui SKK Migas terhadap anggaran Pre-FEED Blok Masela itu sekitar US$ 23 juta atau Rp 306 miliar. Angka itu lebih rendah dari anggaran yang diajukan Inpex sebesar US$ 25 Juta.

Djoko Siswanto ketika masih menjabat Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas pernah mengatakan pemenang lelang desain awal Blok Masela akan mengerjakan pekerjaan pre-Feed selama tiga bulan hingga Juni. Hasil pre-Feed ini nantinya sebagai bahan Inpex dalam menyusul proposal rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) Abadi di Blok Masela.

(Baca: SKK Migas: PoD Blok Masela Rampung Tahun Ini, Mulai Produksi 2027)

Adapun, targetnya PoD itu akan diajukan ke SKK Migas pada November nanti. "November pengajuan PoD-nya," kata Djoko di Jakarta, Senin (26/3).

Reporter: Anggita Rezki Amelia