SKK Migas Setujui Anggaran Kajian Blok Masela

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

28/8/2017, 16.54 WIB

Inpex dikabarkan belum bisa melakukan pre-FEED karena ada surat tertanggal 18 Agustus 2017 yang ditandatangani Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin.

SKK Migas
Arief Kamaludin|KATADATA
SKK Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui anggaran (AFE) kajian awal (pre-FEED) proyek Blok Masela. Inpex sebagai operator blok tersebut memperoleh persetujuan pada pertengahan bulan ini.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher juga membenarkan perihal persetujuan itu. "Sudah disetujui tanggal 15 Agustus 2017," kata dia, Senin (28/8). Namun Wisnu belum mau menyebut besaran anggaran yang telah disetujui.

(Baca: Jadi Proyek Strategis, Inpex Minta Pemerintah Permudah Lahan Masela)

Informasi yang diperoleh Katadata, biaya yang disetujui SKK Migas terhadap anggaran Pre-FEED Blok Masela itu sekitar US$ 23 juta atau Rp 306 miliar. Angka itu lebih rendah dari anggaran yang diajukan Inpex sebesar US$ 25 Juta. 

Deputi Operasi SKK Migas  Fatar Yani Abdurrahman mengatakan saat ini Inpex baru mengajukan dokumen perencanaan tender untuk mencari perusahaan yang akan melakukan pre-FEED proyek blok Masela. "Mereka baru mengajukan bid atau tender plan ke SKK Migas buat Pre FEED ini," kata dia. 

(Baca: Pupuk Indonesia Minta Harga Gas Masela Maksimal US$ 3,7)

Di sisi lain, sumber Katadata mengatakan Inpex dikabarkan belum bisa melakukan pre-FEED seperti yang tertuang dalam surat perintah SKK Migas pada 22 Mei lalu. Salah satu penyebabnya adalah adanya surat tertanggal 18 Agustus 2017 yang ditandatangani Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin dan tembusannya kepada Kepala SKK Migas.

Isi surat tersebut meminta Inpex mengkaji ulang pre-FEED apabila pembeli gas pipa untuk industri di dalam negeri bisa mencapai 474 mmscfd. Artinya, perusahaan Inpex itu akan melakukan pre-FEED sebanyak dua.

Padahal dalam surat sebelumnya Inpex hanya diminta mengerjakan Pre-FEED dalam satu tahap. Dalam kajian itu produksi untuk gas alam cair (LNG) mencapai 9,5 juta ton per tahun (mtpa), sedangkan gas pipa sebesar 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

(Baca: Arcandra Upayakan Industri Domestik Dapat Porsi Besar Gas Masela)

Dihubungi terpisah, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin belum menjawab pesan singkat. Begitu juga juru bicara Inpex Corporation Usman Slamet.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha