Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat adanya potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) hasil pengeboran sumur eksplorasi sepanjang tahun 2017. Jumlahnya sekitar 1,7 miliar setara minyak (barel oil equivalent/BOE). 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher merinci temuan itu berasal dari pengeboran sembilan sumur eksplorasi. Sembilan sumur itu terdiri dari enam sumur berada di darat (onshore), yakni satu sumur di Sumatera dan lima sumur di Jawa. Sementara itu tiga sumur lainnya berada di lepas pantai (offshore) yang tersebar di Kalimantan dan laut Natuna.

Namun, menurut Wisnu hasil pengeboran sumur eksplorasi tersebut masih harus dikaji lagi sebagai bahan untuk penyusunan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD). Tujuannya untuk mengetahui keekonomian cadangan tersebut apabila dikembangkan. "Potensi sumber dayanya sekitar 1,7 milIar BOE," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (9/1).

Adapun sumur pertama bernama POINSETIA-1 di Sumatera dengan potensi cadangan setelah dibor sebesar 3,3 juta barel setara minyak (MMBOE). Kedua, sumur HGD-1 di pulau Jawa dengan potensi cadangan setelah dibor 15,8 MMBOE. Ketiga, Sumur WGT-1 di pulau Jawa, untuk cadangan blok sumur ini masih dihitung oleh SKK Migas. Keempat, sumur PIN-1 di pulau Jawa dengan potensi cadangan setelah dibor mencapai 1,94 MMBOE. Kelima, sumur RGT-2 di blok ADK dengan potensi cadangan sebesar 12,5 MMBOE. 

Keenam, sumur NGU-1X di blok ADK dengan potensi cadangan 23,2 Miliar kaki kubik gas (BCFG). Ketujuh, sumur MOKO SOUTH-1 di blok Duyung dengan potensi candangan 129 MMBOE. Kedelapan, sumur PARANG-1 di blok Nunukan dengan potensi cadangan sebesar 1.430 MMBOE. Kesembilan, sumur SIS#G-1 di Blok South Sesulu dengan potensi cadangan 65 MMBOE.

Wisnu mengatakan dari sembilan sumur itu, PARANG-1 yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi di Blok Nunukan diklaim masuk dalam 10 besar penemuan migas di dunia tahun 2017 versi HIS Markit. "Khusus untuk sumur PARANG-1 (PHE Nunukan) merupakan penemuan terbesar di 2017," kata dia.

(Baca: Pemerintah Menyetujui Pengembangan Blok Nunukan)

Di sisi lain, SKK Migas juga mencatat sejumlah progres pengeboran sumur eksplorasi lainnnya sepanjang 2017 yang tidak semuanya menghasilkan minyak atau gas. Tercatat dari 10 sumur yang dibor, hanya enam sumur yang terdapat potensi minyak dan gas. Adapun satu sumur menghasilkan air, dan tiga sumur tidak menghasilkan apa-apa alias dry.