PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menargetkan proses konstruksi pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Wilayah Pertambangan Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai tahun depan. Saat ini Amman masih mencari kontraktor yang akan mengerjakan desain awal (Front End Engineering Design/FEED) serta rekayasa pengadaan dan konstruksi (EPC) proyek tersebut.

Penanggung jawab dan kepala proyek smelter AMNT Lukman Mahfoedz mengatakan sudah ada tiga kontraktor besar yang nanti akan dipilih menjadi pemenang. Tiga kontraktor tersebut rinciannya dua berasal dari Jepang dan satu dari Kanada.

Pemenangnya akan diumumkan 30 November mendatang. Setelah pemilihan tersebut selesai, pemenang akan melakukan FEED dan berlanjut ke konstruksi. "Kami mulai pekerjaan Agustus tahun depan," kata Lukman di DPR Jakarta, Selasa (24/10).

Amman menargetkan pembangunan smelter itu selesai akhir 2022. Kapasitas smelter ini mencapai 1 juta ton per tahun dan bisa meningkat hingga 1,6 juta atau 2 juta ton per tahun. Dengan kapasitas sebesar itu, smelter ini tidak hanya  bisa memproses konsentrat dari tambang Batu Hijau, tapi tambang Elang yang saat ini dalam tahap eksplorasi juga.

Amman juga sudah menyediakan lahan untuk pembangunan smelter. “Ini good project dan smelter besar. Tanah sudah ada di dekat dekat Amman dan Luas," kata Lukman.

Menurut Lukman, proyek smelter ini membutuhkan dana investasi sekitar US$ 1,6 miliar. Meski membutuhkan dana besar, Amman belum berencana menggandeng mitra pada pelaksanaan proyek tersebut. (Baca: Bangun Smelter Akhir 2017, Medco Berharap Newmont Masih Bisa Ekspor)

Teknologi yang akan digunakan Amman juga sudah dipersiapkan dengan baik. Nantinya mereka akan memakai teknologi dari beberapa negara maju diantaranya Finlandia dan Australia.