PLN Pulihkan 96,4% Gardu Listrik di NTT yang Terdampak Siklon Seroja

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/foc.
Pekerja membenahi salah satu tower jaringan listrik penghubung Pulau Timor yang roboh akibat Siklon Seroja pada Minggu (4/4) lalu di desa Tuanfeu, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (13/4/2021).
21/4/2021, 13.39 WIB

PLN telah memulihkan sekitar 96,4% atau 3.857 gardu distribusi listrik dari total 4.002 gardu yang terdampak badai siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan demikian 616.814 pelanggan di provinsi tersebut sudah dapat menikmati sambungan listrik.

Direktur Utama PLN Zulkifli mengatakan jika proses perbaikan kelistrikan di wilayah ini jauh lebih cepat. Terutama ditandainya dengan pengoperasian menara darurat 70 Kv untuk mengalirkan listrik ke Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu, yang memiliki sekitar 170 ribu pelanggan.

"Sampai hari ini PLN dengan dukungan TNI dan Polri telah memulihkan 3.857 gardu dan mampu hadirkan listrik ke 616 ribu pelanggan," kata dia dalam sambutannya Apresiasi Sinergitas Tim Pemulihan Sistem Kelistrikan Terdampak Badai Siklon Tropis Seroja di NTT, Rabu (21/4).

Meski demikian, menurutnya masih ada beberapa pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Pasalnya masih ada 3,6% gardu di titik tersulit dan medan terberat yang belum pulih. Sehingga membuat 3% pelanggan rumah tangga masih gelap gulita.

Belajar dari musibah bencana badai dan hujan ekstrem ini pula, PLN akan melakukan mitigasi untuk menempatkan menara-menaranya yang rawan ke tanah yang lebih stabil, memperkuat fondasi tapak. PLN juga akan memperkuat sistem kelistrikan Timor dengan membangun 2 jalur eksisting 70 kV dan jalur kedua bertegangan 150 kV.

Tentu saja, lanjut Zulkifli, inspeksi dan pemeliharaan rutin pada jaringan distribusi 20 kV juga akan dikerjakan, karena itulah jaringan yang akan menghubungkan listrik sampai ke rumah-rumah pelanggan. "Kami kerjakan karena jaringan itu yang salurkan listrik sampai ke rumah pelanggan," kata dia.

Adapun dalam proses melakukan pemulihan ini. PLN telah mengirimkan sebanyak 1.316 personil yang didatangkan dari berbagai wilayah. Selain itu, PLN juga masih dibantu oleh 227 relawan yang bertugas di lapangan serta 30 bantuan pasukan TNI dan Polri.

"Warga ikut membantu di berbagai lokasi, tidak bisa kami hitung dan kami catat, semua bahu membahu," ujarnya.

Banjir NTT beberapa waktu lalu telah menelan lebih dari 100 korban jiwa dan membuat lebih dari 8.000 orang mengungsi. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) total korban meninggal dunia hingga Rabu (14/4) mencapai 181 orang.

Sementara itu, korban hilang 47 orang, korban luka-luka 250 orang, dan jumlah warga yang harus mengungsi mencapai 49.512 orang. Sementara total warga yang terdampak berjumlah 428.986 orang.

Pemprov NTT juga mencatat kerusakan infrastruktur seperti rumah. Tercatat belasan ribu rumah mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Sebanyak 108 unit rumah rusak berada di Desa Lamawolo dan 29 rumah di Desa Waiwatan. Sedangkan di Lamagute hanya sebagian kecil yang rusak ringan.

Ada tiga desa yang porak poranda di Kecamatan Ile Ape Timur, tepatnya di Desa Waimatan, Desa Lamawolo, dan Lamagute yang dihubungkan oleh Jalan Trans Lembata di lereng gunung.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Verda Nano Setiawan