KIP-Pemasok Batu Bara Kerja Sama Sediakan Sarana Penanganan Batu Bara

Krakatau International Port
Kawasan Krakatau International Port
Penulis: Maesaroh
12/1/2022, 15.57 WIB

Krakatau International Port (KIP) dan Asosiasi Pemasok Energi dan Batu bara Indonesia (ASPEBINDO) menandatangani nota kesepahaman (MOU)  untuk mengembangkan pusat kegiatan penanganan batu bara di Indonesia Bagian Barat bertempat di Kawasan KIP.

CEO Krakatau International Port (KIP) Akbar Djohan menyampaikan kesepakatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan sektor swasta untuk bersinergi dalam menjaga pasokan energi dalam negeri.

Melalui kesepakatan tersebut, KIP dan ASPEBINDO akan melakukan kajian dalam rencana kerja sama dalam mengoptimalisasikan lahan, sarana, dan fasilitas yang dimiliki dikelola oleh KIP sebagai pusat kegiatan penanganan batu bara, khususnya di Indonesia Bagian Barat.

 KIP sebagai Pelabuhan curah terbesar di Indonesia memiliki fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat penanganan batu bara di Indonesia.

"KIP dan ASPEBINDO sepaham untuk pengembangan sektor energi dan menjaga pasokan dalam negeri,” ungkap Akbar, dalam keterangan resmi, Rabu (12/1).

KIP maupun ASPEBINDO akan melakukan kajian atas rencana penyediaan sarana atau terminal penanganan batu bara (coal handling terminal) dan infrastruktur atau sarana logistik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sama kedepan nanti.

Akbar  menambahkan fasilitas yang ada di KIP ini dapat membantu dalam menjamin kepastian suplai batubara di Indonesia bagian barat.

Wilayah barat merupakan wilayah yang sangat membutuhkan batu bara.

 Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira mengatakan sinergi bersama KIP diharapkan mampu merumuskan ekosistem pengelolaan energi yang baik dalam mendukung penataan pengelolaan energi yang dilakukan oleh pemerintah khususnya batu bara.

Juga, mampu menjamin ketersediaan energi dalam negeri sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

Dia menambahkan ASPEBINDO akan membentuk tim khusus untuk tindak lanjut MOU dengan KIP ini. "Tentunya ini adalah peluang dan mampu memberikan nilai tambah terhadap efisiensi rantai pasok batubara, terkhusus untuk daerah Indonesia bagian barat," tutur Anggawira.

ASPEBINDO akan mendalami fiesibility & business model serta implementasi sinergi kegiatan usaha sesegara mungkin dan akan dituang dalam Penjanjian (HOA) nantinya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.