Sukses Ekspansi Global, Laba Pertamina Shipping Melonjak 52% pada 2021
PT Pertamina International Shipping (PIS) Subholding Integrated Marine Logistics mencatat laba US$ 127,51 juta untuk periode 2021, naik sebesar 52,33% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 83,71 juta.
Pjs Corporate Secretary PIS Robert MV Dumatubun mengatakan peningkatan kinerja ini lantara Pertamina Shipping sukses melakukan ekspansi global. Tercatat sebanyak 26 dari 95 kapal milik perusahaan telah melayani kargo pelayaran internasional non Pertamina sejak tahun 2021.
"Ekspansi kargo ini merupakan wujud komitmen PIS menjadi perusahaan pelayaran terkemuka di Asia dengan menggapai semua kemungkinan potensi bisnis baru yang bisa diraih dengan tetap mengedepankan keandalan operasional kapal," ujar Robert melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis (7/4).
Sepanjang 2021 kapal-kapal milik perusahaan semakin diminati pemain energi dunia seperti Shell, Geogas, Petco (anak usaha Petronas), Karpowership, Trafigura, hingga Aramco Trading. Kapal-kapal Pertamina Shipping antara lain mengangkut muatan berupa minyak mentah atau crude oil, white oil, dan gas.
Dengan klien internasional yang terus bertambahm Pertamina Shipping berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 1,73 miliar sepanjang 2021. Jumlah ini melonjak lebih dari dua kali lipat dari pendapatan tahun sebelumnya yang hanya US$ 837,06 juta, serta di atas target 2021 sebesar US$ 1,70 miliar.
"Kami berharap kinerja PIS dapat terus meningkat dan bersinergi agar seluruh fungsi mampu berkembang bersama secara berkelanjutan," kata Robert.
Pertamina Shipping memang tengah gencar menjajaki pasar luar negeri. Lewat upaya tersebut, perusahaan menargetkan pendapatan bisa tumbuh hingga Rp 57 triliun beberapa tahun ke depan.
Penjajakan pasar luar negeri juga bertujuan untuk mengembangkan bisnis, sekaligus mewujudkan visi Pertamina Shipping menjadi perusahaan logistik laut terpadu terkemuka di Asia.
Untuk mewujudkan aspirasi tersebut, PIS tengah mengimplementasikan beberapa strategi pengembangan usaha anorganik secara selektif dan prudent. Di mana, tujuan pengembangan usaha secara anorganik dilakukan untuk mengakselerasi pengembangan bisnis baru, ekspansi pasar, dan peningkatan kapabilitas perusahaan tersebut.
Di samping itu, subholding Pertamina itu juga terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan baik di domestik, regional, maupun internasional. Syaratnya, kerja sama harus mencakup lini bisnis, pasar, atau kapabilitas yang berpotensi untuk disinergikan dengan bisnis PIS.
PIS menargetkan untuk menjadi Asian leading integrated marine logistics company dan memperoleh revenue alias pendapatan sekitar US$ 4 miliar atau setara Rp 57,2 triliun pada 2030.
Sebagai Asian leading marine logistics company, bisnis PIS tak hanya fokus ke sektor perkapalan yang menyediakan layanan angkutan saja.
Pertamina Shipping juga menawarkan bisnis jasa terminal dan penyimpanan berstandar internasional. Cakupan muatan angkutan pun tak terbatas sektor bahan bakar energi seperti BBM dan crude, melainkan juga untuk gas, petrokimia, dan kargo bulk/kontainer.